Anggota Tzu Ching dan relawan kembang Tzu Chi memberikan nasi kotak hangat kepada Pak Joko bersama keluarga yang sedang melintas di depan Depo Pendidikan Tzu Chi Pangeran Jayakarta. Pak Joko menerima nasi kotak hangat dengan sukacita.
Memaknai Hari Kemerdekaan RI ke-81 tidak hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian melalui tindakan nyata. Di hari Kemerdekaan RI ke-81 ini, relawan Tzu Chi komunitas He Qi Jakarta Pusat membagikan 430 nasi bungkus hangat vegetarian kepada warga sekitar dengan mengusung tema “Merdeka dalam Kebersamaan, Peduli dalam Tindakan.”
Semangat tersebut sejalan dengan kata perenungan Master Cheng Yen, “Cinta kasih tidak akan berkurang karena dibagikan, sebaliknya akan semakin tumbuh berkembang karena diteruskan kepada orang lain.”
Semangat inilah yang diwujudkan oleh relawan Tzu Chi dalam kegiatan Kedai Kasih Tunas Komunitas He Qi Jakarta Pusat dengan mengusung tema “Merdeka dalam Kebersamaan, Peduli dalam Tindakan.”
Kegiatan pemberian nasi kotak hangat ini berlangsung pada 17 Agustus 2026, bertempat di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi, Jalan Pangeran Jayakarta No. 131. Sebanyak 69 relawan turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipenuhi semangat kebersamaan dan cinta kasih.
Kedai Kasih merupakan salah satu kegiatan bakti sosial yang digagas relawan muda Tzu Chi (Tzu Ching) dalam rangka menyambut Bulan Tujuh Penuh Berkah. Dalam kegiatan ini, para relawan menyiapkan dan membagikan paket makanan vegetarian secara gratis kepada masyarakat di sekitar.
Relawan Kembang Tzu Chi juga membagikan nasi kotak hangat kepada para driver angkutan umum, dan warga yang bekerja sebagai buruh harian lepas.
Bagi relawan, kegiatan ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berbagi makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk menemukan kembali makna kebersamaan dan ketenangan hati. Rasa kebersamaan ini dirasakan Martha, salah satu relawan yang baru dua kali mengikuti kegiatan Tzu Chi.
“Sempat mengalami penolakan dan belum bisa menerima kenyataan setelah ditinggal ibu tersayang. Saya sering melihat postingan positif, seperti kegiatan amal dari Tzu Chi. Karena sudah sering melihat kegiatan Tzu Chi, saya mencoba mendaftar. Ternyata, kegiatan Tzu Chi memberikan energi positif dan dampak yang baik bagi sesama. Rasanya lebih bermanfaat,” ungkap Martha.
Meski baru dua kali mengikuti kegiatan Tzu Chi, Martha mengaku merasakan kedamaian dan kenyamanan ketika dapat berbagi dengan sesama. Baginya, kegiatan sederhana seperti membagikan makanan ternyata dapat menghadirkan kebahagiaan, baik bagi penerima maupun bagi mereka yang memberi.
Relawan Kembang dan anggota Tzu Ching memotong sayur-mayur sebagai menu nasi kotak hangat untuk dibagikan kepada warga sekitar Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Pangeran Jayakarta.
Semangat berbagi juga semakin terasa ketika makanan yang telah dipersiapkan para relawan mulai dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Senyum, sapaan, dan perhatian yang menyertai setiap pemberian menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Bukan hanya makanan yang dibagikan, tetapi juga kehangatan dan kepedulian kepada setiap orang yang datang untuk menerima.
Salah satunya dirasakan oleh Joko yang telah bekerja sebagai pengemudi ojek daring sejak 2020. Joko mengaku sudah sering melihat kegiatan Tzu Chi dalam berbagi kepada masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Joko merasakan langsung kebahagiaan dari kepedulian yang diberikan para relawan.
“Saya sering melihat Tzu Chi berbagi dengan sesama. Alhamdulillah, hari ini saya juga bisa merasakan kebahagiaan dari Tzu Chi melalui kotak makanan ini,” ujar Joko sambil menerima makanan yang dibagikan relawan.
Para relawan Tzu Chi dengan sukacita membungkus nasi kotak hangat dengan menu tumis sayuran, bihun, dan telur.
Bagi anggota Tzu Ching, Kedai Kasih juga menjadi proses belajar. Sejak menyiapkan makanan, mengemas paket, hingga turun langsung ke jalan untuk membagikannya, setiap tahapan menjadi kesempatan untuk belajar bekerja sama, bergotong royong, sekaligus memahami kebutuhan masyarakat di sekitar.
Febriyanti, salah seorang koordinator kegiatan, mengatakan bahwa Kedai Kasih tidak hanya ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran bagi para relawan, khususnya generasi muda.
“Selain untuk berbagi kepada yang membutuhkan, acara ini juga menjadi wadah bagi relawan, terutama anak muda, untuk belajar bergotong royong, melatih kepedulian sosial, dan merasakan langsung makna ‘memberi’ secara nyata. Prosesnya dimulai dari memasak, mengemas makanan, hingga turun langsung membagikannya kepada masyarakat,” ujar Febriyanti.
Muara Shi Xiong memberikan pengarahan masing-masing tugas pembagian lokasi dalam pembagian nasi kotak hangat vegetarian kepada warga prasejahtera di sekitar Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Pangeran Jayakarta.
Kegiatan Kedai Kasih Tunas menjadi salah satu cara sederhana untuk memaknai kemerdekaan. Di tengah suasana perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81, para relawan memilih menghadirkan kebahagiaan melalui tindakan nyata. Setiap kotak makanan yang berpindah dari tangan relawan kepada masyarakat menjadi simbol bahwa kemerdekaan juga dapat dirayakan dengan membebaskan hati dari sikap acuh dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kebersamaan tersebut, semangat cinta kasih terus ditanamkan dan diwariskan. Sebab, ketika satu kebaikan diteruskan kepada orang lain, kebaikan itu tidak berhenti pada satu tangan, tetapi dapat tumbuh menjadi benih kebajikan yang semakin luas.
Editor: Anand Yahya