Sambutan pembukaan dalam kegiatan Bakti Sosial Kesehatan Umum dan Gigi yang disampaikan oleh Dr. H. Umi Waheeda binti H. Abdurrahman, S.Psi, M.Psi, selaku pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School.
Di balik runitisas para santri yang mengisi hari-harinya dengan belajar dan memperdalam ilmu agama, kesehatan merupakan fondasi penting agar proses menuntut ilmu dapat berjalan dengan baik.
Berangkat dari semangat kepedulian relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang bersama Tzu Chi International Medical Association (TIMA) Indonesia, kembali menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosisal Kesehatan Umum dan Gigi di Pesantren Nurul Iman, Kec. Parung, Kab. Bogor. pada Minggu, 12 Juli 2026.
Sejak pagi, halaman pesantren dipenuhi para santri dan santriwati yang sudah antusias untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya, kegiatan yang rutin diadakan dua kali dalam satu tahun ini juga diikuti sebanyak 93 relawan Tzu Chi, 94 tim medis TIMA, dan 7 relawan Tzu Ching (muda-mudi Tzu Chi).
Isyarat tangan satu keluarga yang dibawakan oleh para santri dibawakan dengan keselarasan dan penuh makna.
Acara itu dimulai dengan sambutan dari Dr. H. Umi Waheeda binti H. Abdurrahman, S.Psi, M.Psi, selaku pembina Yayasan Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School. Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan isyarat tangan satu keluarga yang dibawakan oleh para santri. Melalui kegiatan baksos kesehatan ini, sebanyak 1.200 santri dan santriwati memperoleh pelayanan kesehatan umum dan gigi agar mereka lebih sehat dan nyaman dalam mengenyam pendidikan di pesantren.
Seluruh peserta telah terdaftar sebelumnya melalui ustad dan ustadzah pendamping. Umi Ela, selaku Pembina Kesehatan Santriwati mengungkapkan rasa harunya, “Sangat bersyukur adanya baksos kesehatan ini, terima kasih untuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, semoga baksos ini bisa terus berlanjut,” ucapnya.
Hadirkan Semangat Kepedulian
Bagi sebagian santri, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan yang selama ini belum mendapatkan perhatian karena keterbatasan ekonomi keluarga mereka. Tak hanya memberikan pemeriksaan dan pengobatan, relawan bersama tim medis juga menggelar seminar edukasi mengenai kesehatan gigi dan hepatitis pada anak.
Relawan Tzu Chi selaku koordinator kegiatan baksos, Philip Tanjaya, juga menyampaikan rasa kepeduliannya terhadap para santri. “Harapannya dengan adanya penyuluhan kesehatan yang kami berikan, para santriwan dan satriwati dapat lebih menjaga kesehatannya,” tuturnya.
Para santriwati tampak semangat menunggu antrian untuk melakukan pemeriksaan kesehatannya.
Dalam suasana yang penuh kepedulian ini, relawan Tzu Chi bersama tim medis TIMA tidak hanya sekadar memberikan pelayanan, tetapi juga mendengar cerita, menyapa dengan ramah, dan memberikan semangat kepada santri untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka.
Salah satunya dilakukan oleh drg. Inawati Ghandi, relawan TIMA asal Sukabumi. Ia mengajak kedua anaknya, dr. Juan Yosvara dan drg. Krysta Yosvara, untuk turut melayani pengobatan serta berbagi semangat dan cinta kasih untuk para santri.
“Saya ingin menanamkan kepedulian sosial kepada anak-anak saya agar mereka belajar berbagi kasih dengan sesama. Bagi saya, membantu orang lain adalah salah satu bentuk kebaikan yang paling bermakna,” ujar drg. Inawati dengan penuh kebahagiaan.
Seorang santri melakukan pendaftaran untuk mengikuti pelayanan kesehatan gigi dengan didampingi salah satu relawan Tzu Chi.
Lebih dari sekadar memberikan layanan pengobatan, baksos kesehatan ini menjadi ruang yang menghadirkan kehangatan juga bagi relawan Tzu Chi untuk memberikan semangat kepada para santri dan santriwati. Salah satu santriwati, Indana Lazulfarus (15), juga menceritakan rasa bahagianya setelah melakukan pemeriksaan dengan dokter gigi.
“Rasanya berdebar-debar saat diperiksa dokter karena ini pertama kalinya, Alhamdulillah sekarang gigi saya sudah membaik, dokternya juga ramah,” ucap Indana.
Salah satu tim medis TIMA, yaitu drg. Inawati Ghandi saat memeriksa gigi santriwati.
Hal serupa juga dirasakan Aji Akbar (15), ia melakukan pemeriksaan layanan kesehatan umum dengan keluhan pusing dan meriang yang dirasakan pada saat malam hari, “Agak dag dig dug pas di periksa dokter, Alhamdulillah seneng banget bisa berobat gratis di Tzu Chi, Semoga setelah minum obat, saya segera sembuh dan ga sakit-sakitan lagi,” ucap Aji.
Melalui langkah sederhana yang dilakukan para relawan Tzu Chi bersama TIMAs, merupakan aksi nyata kepedulian yang diberikan dengan tulus akan menumbuhkan semangat bagi para santri untuk menjalani hidup yang lebih sehat.
Editor: Fikhri Fathoni