Tzu Ching dan Mahasiswa BINUS Belajar Urban Farming dan Biopori
Jurnalis : Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat), Fotografer : Susi Christine, Beh Guat Ngo (He Qi Jakarta Pusat)
Relawan Tzu Ching memotong daun dan sampah organik menjadi bagian-bagian kecil sebelum dimasukkan ke dalam botol plastik sebagai bagian dari praktik pembuatan biopori.

Sebelum kegiatan dimulai, para relawan Tzu Chi dan mahasiswa Binus mengikuti sesi materi mengenai pentingnya urban farming serta cara membuat biopori.

Relawan Tzu Chi menghancurkan kulit telur yang merupakan salah satu biopori.

Relawan memunguti dedaunan dan sisa tumbuhan untuk diolah menjadi pupuk organik sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Mahasiswa Bina Nusantara sedang membuat dan mengisi wadah tanam vertikal dari botol plastik bekas menggunakan daun dan sisa tanaman sebagai media tanam.
Artikel Terkait
Tzu Ching dan Mahasiswa BINUS Belajar Urban Farming dan Biopori
19 Agustus 2026Relawan Tzu Ching (muda-muda Tzu Chi) bersama mahasiswa Bina Nusantara mengikuti gathering kebersamaan sekaligus mengenal praktik urban farming dan biopori di Depo Pelestarian Lingkungan Pangeran Jayakarta.
Menghidupkan Urban Farming dan Biopori di Tengah Jakarta
30 Juli 2026Relawan Pelestarian Lingkungan He Qi Jakarta Pusat memanfaatkan lahan, barang bekas, dan sampah organik untuk mengembangkan urban farming serta biopori demi menciptakan lingkungan kota yang lebih hijau dan sehat.
Dari Sampah Organik, Tumbuh Harapan Menjaga Bumi
17 September 2026Di Depo Pendidikan Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Pangeran Jayakarta, relawan He Qi Jakarta Pusat mengolah sampah organik menjadi bagian urban farming dan biopori dengan memanfaatkan limbah seperti kulit buah, daun, dan sisa sayuran.







Sitemap