Waisak yang Penuh Sukacita dan Bermakna

Jurnalis : Surya Metal (Tzu Chi Makassar), Fotografer : Syanny Wijaya, Robin Johan (Tzu Chi Makassar)

Sebanyak 107 Relawan dan tamu undangan menghadiri Peringatan Waisak yang digelar Tzu Chi Makassar dengan antusias dan khidmat.

Perayaan Waisak memiliki makna mendalam bagi umat Buddha di seluruh dunia. Diperingati sebagai hari kelahiran, pencerahan, dan kematian (parinirvana) Buddha Gautama. Bagi insan Tzu Chi, Waisak diperingati bersamaan dengan Hari Ibu Internasional dan Hari Tzu Chi Internasional. Kegiatan ini bukan hanya ritual dan simbolis namun juga merupakan momen untuk Doa Bersama seluruh insan Tzu Chi di seluruh dunia.

Tzu Chi Makassar merayakan Hari Waisak dengan doa bersama Waisak pada Minggu, 11 Mei 2025. Sebanyak 107 relawan dan tamu undangan menghadiri acara yang digelar di Kantor Tzu Chi Makassar ini dengan antusias dan khusyuk. Tema Waisak tahun ini adalah Membalas budi luhur Buddha, orang tua kita dan semua makhuk hidup. Dengan penuh kekhusyukan, para relawan dan tamu undangan melantunkan doa dan mempersembahkan air, pelita, serta bunga di hadapan para Buddha.

Para relawan dan tamu undangan melantunkan doa dan mempersembahkan air, pelita, serta bunga.

Para relawan mempersembahkan pelita di hadapan para Buddha sebagai cahaya kebijaksanaan dan menyebarkan keharuman Dharma.

“Adanya perayaan waisak merupakan penginggat bagi kita untuk mengingat tiga peristiwa penting mengenai Buddha Gautama, yaitu lahir, mencapai pencerahan dan kematian serta dengan adanya doa bersama waisak, dunia aman dan sentosa serta terhindar dari bencana dan semua makhluk hidup berbahagia.” Ungkap Lenny Pupella selaku PIC Kegiatan.

Hal yang sama dirasakan Lily Tanzil, relawan yang menghias bunga di sekitar patung Buddha. “Acara ini sangat berkesan dan menyentuh saya secara pribadi, walaupun saya beragama Katolik tetapi nilai-nilai kemanusiaan yang diusung Tzu Chi benar-benar menggerakkan hati saya untuk terlibat, meskipun hanya sebagai tim dekor pada saat acara Waisak,” ujarnya.

Lenny Pupella (kanan) menyampaikan, Perayaan Waisak menjadi pengingat akan tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran, pencapaian pencerahan sempurna, dan wafatnya dalam Parinibbana.

Pembimas Agama Buddha Wilayah Sulawesi Selatan, Sumarjo, S. Ag., M.M turut hadir dalam Doa Bersama Waisak.

Salah satu tamu undangan yaitu Christine mengaku sangat senang dapat menghadiri Perayaan Waisak yang digelar Tzu Chi Makassar. “Saya merasa bangga sebagai bagian dari umat Buddha dan diundang dalam doa waisak di Tzu Chi dapat bersama sama dengan berbagai organisasi sosial dan tokoh masyarakat. Semoga Berkah Waisak menjadi Inspirasi bagi umat Buddha akan pentingnya menabur benih kebajikan yang dilandasi oleh cinta kasih demi kebahagiaan semua makhluk,” ungkapnya.

Perayaan tiga hari besar yang berlangsung di Tzu Chi Makassar ini menjadi pengingat akan nilai-nilai kebaikan yang bisa terus dikembangkan dan dipraktikkan bersama. Dengan semangat perhatian benar dan tindakan nyata, benih kebajikan ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, memberi manfaat bagi sesama.

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel Terkait

Waisak 2025: Kebersamaan Penuh Makna dalam Perayaan Waisak Tzu Chi

Waisak 2025: Kebersamaan Penuh Makna dalam Perayaan Waisak Tzu Chi

11 Mei 2025
Di balik khidmatnya prosesi Waisak dan megahnya formasi, tersembunyi cerita-cerita sederhana akan sukacita perayaan Waisak bersama Tzu Chi. Semua menyuarakan satu semangat: berbagi dan bersatu dalam kasih tanpa pamrih.
Doa Bersama Waisak Sekaligus Mengingat Jasa Besar Orang Tua

Doa Bersama Waisak Sekaligus Mengingat Jasa Besar Orang Tua

19 Mei 2025
Relawan Tzu Chi komunitas He Qi Tangerang menggelar Doa Bersama Waisak serta mengadakan kegiatan basuh kaki dalam rangka memperingati Hari IBu di The Springs Club, Tangerang serta dihadiri 600 orang peserta.
Khidmatnya Doa Bersama Waisak Pertama di Selatpanjang

Khidmatnya Doa Bersama Waisak Pertama di Selatpanjang

09 Mei 2025

Perayaan Waisak tahun ini menjadi momen istimewa bagi masyarakat Kota Selatpanjang. Untuk pertama kalinya, Tzu Chi mengadakan perayaan Waisak yang berlangsung dengan khidmat di Lapangan Sekolah Patria Dharma.

Beramal bukanlah hak khusus orang kaya, melainkan wujud kasih sayang semua orang yang penuh ketulusan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -