Berita
Memanfaatkan Panjangnya Usia Sampah Plastik agar Tak Berakhir Sia-sia
04 November 2026Sampah plastik yang sulit terurai ternyata masih berpotensi untuk dimanfaatkan. Melalui gerakan pelestarian lingkungan Tzu Chi ASG, sampah plastik diolah menjadi recycled plastic board untuk berbagai perabotan hingga bahan bakar alternatif.
Melatih Percaya Diri Anak Melalui Budaya
30 April 2018Kelas
Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng
dengan mengadakan pagelaran Budaya yang bertemakan “Pekan Budaya Indonesia”
yang bertempat di gedung Aula TK Cinta Kasih Tzu Chi pada Jumat, 27
April 2018.
Pekan Amal Tzu Chi 2018: Muara dari Kumpulan Cinta Kasih
24 April 2018Terlaksananya Pekan Amal Tzu Chi 2018 bukan
hanya sumbangsih dari satu atau dua orang semata. Sebaliknya, pekan amal
merupakan kumpulan dari niat baik dan cinta kasih dari berbagai pihak: relawan
Tzu Chi, para donatur, dan yang pasti masyarakat umum.
Pekan Amal Tzu Chi 2018: Saling Mendukung, Saling Memahami
23 April 2018Jauh dari hiruk pikuk dan keramaian, sumbangsih para relawan di bagian pelayanan ini tak kalah pentingnya. Di dapur, di tempat pemilahan sampah, dan tempat pencucian piring ini ratusan relawan bergerak dalam diam mendukung kelancaran acara Pekan Amal Tzu Chi.
Pekan Amal Tzu Chi 2018: Sekali Mendayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui
23 April 2018Anne Djasa, Dewi Janti, dan beberapa temannya memborong berbagai kebutuhan pokok di Pekan Amal Tzu Chi. Bukan untuk keperluan pribadi, bahan-bahan pokok yang dibeli itu mereka salurkan ke panti jompo. Bagaikan peribahasa sekali mendayung dua tiga tiga pulau terlampaui. Dalam satu kali berbuat kebaikan, mereka sekaligus memberikan manfaat ke banyak tempat.
Pekan Amal Tzu Chi 2018: Siapapun Bisa Bersumbangsih
23 April 2018Depo Pelestarian
Lingkungan Tzu Chi Kosambi turut berpartisipasi dalam kegiatan Pekan Amal Tzu
Chi 2018 dengan menjual barang-barang elektronik secondary (bekas). Andi yang memperbaiki barang-barang elektronik
ini juga turut berpartisipasi dengan menjaga stan pada hari pertama.
Pekan Amal Tzu Chi 2018: Sumbangsih untuk Tzu Chi Hospital
22 April 2018Pekan Amal Tzu Chi tahun 2018 diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 21-22 April 2018 di basement Tzu Chi Center, Pantai Indah
Kapuk, Jakarta Utara. Pekan amal ini menyediakan beragam kuliner vegetaris dan
berbagai produk lainnya. Hasil penjualan
dari kegiatan ini akan digunakan untuk mendukung dana pembangunan Tzu Chi Hospital.
Pertemuan Dua Tokoh Agama Berpengaruh di Dunia
20 April 2018Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj bertemu dengan Master
Cheng Yen di Taiwan pada Kamis, 19 April 2018. Kedua tokoh agama berpengaruh di
dunia ini membahas soal isu kemanusiaan. “Esensi agama adalah kemanusiaan,” kata
KH Said Aqil Siroj.
Menanti Awal yang Baru
19 April 2018Menjadi salah satu keluarga yang mendapatkan
bantuan renovasi rumah dari Yayasan Buddha Tzu Chi bekerja sama dengan
Kopassus, Juminah tak habis bersyukur. Tiga puluh empat tahun sudah Juminah
berjuang sendiri membesarkan dan menghidupi 8 anaknya. Tak pernah sedikitpun ia
mengeluh karena ditinggal suami.
Menyusun Fondasi Kebaikan di Tegal Alur
19 April 2018Pada Rabu,
18 April 2018 relawan Tzu Chi komunitas He
Qi Barat 1 mengunjungi Masjid Jami Annaniyah yang berlokasi di Tegal Alur,
Kali Deres, Jakarta Barat. Kedatangan relawanini untuk bersilaturahmi serta
mewakili Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam penyerahan bantuan material
bangunan.
Kiai Said Ungkap Kekagumannya kepada DAAI TV di Taiwan
18 April 2018Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kunjunganya ke Kantor DAAI TV di Taiwan, Selasa (17/4) mengungkapkan kekagumanya akan capaian Tzu Chi dalam berbagai bidang. Termasuk di bidang kesehatan, pendidikan dan juga media dengan tumbuh berkembangnya DAAI TV dalam skala international.
Menyehatkan Grace dan Keluarga
17 April 2018Rombongan relawan Tzu Chi beserta dokter dan
ahli gizi dari RS Cinta Kasih Tzu Chi (RSCK) mengunjungi satu pasien anak-anak bernama
Grace Imanuel pada Selasa, 17 April 2018. Kunjungan ini merupakan kegiatan
rutin dam merupakan salah program dari Rumah Sakit Cinta Kasih (RSCK) Tzu Chi
Cengkareng untuk menyehatkan masyarakat.
Semangat Mendalami Ilmu Baru
16 April 2018Dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 39 relawan
komunitas dari semua He Qi Tzu Chi
Jakarta, Danny Oey memberikan sharing
materi tentang audio gambar, cara setting
mic, dan lain-lain sebagai pengenalan dasar dalam Training Relawan Sound System
ini.
Kesuksesan sebuah acara tidak hanya tergantung
pada peran mereka di atas panggung, tetapi juga dukungan dari tim di balik
layar. Salah satunya tim sound system.
Dalam setiap kegiatan Tzu Chi seringkali membutuhkan relawan sebagai operator sound system. Namun tidak banyak relawan
yang memahami pengoperasian alat-alat pendukung kegiatan ini, sehingga relawan
yang terlibat pada bagian ini pun terbatas. Untuk itu pada Minggu (15/4/2018)
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan kegiatan Training Relawan Sound
System di ruang galeri DAAI lantai 1, Tzu Chi Center, PIK Jakarta.
“Ke depan setiap He Qi harus mempunyai tim sendiri supaya bisa bertugas
bersama-sama. Ketika bertugas dalam kegiatan besar masing-masing bisa
menggunakan cara yang sama, program yang sama,” ujar Jhonny Tani, Koordinator
Kegiatan training.
Dalam kegiatan yang diikuti sebanyak 39 relawan
komunitas dari semua He Qi Tzu Chi
Jakarta, Danny Oey memberikan sharing
materi tentang audio gambar, cara setting
mic, dan lain-lain sebagai pengenalan dasar dalam Training Relawan Sound Sistem ini. Relawan pun tak sungkan-sungkan
menanyakan apa yang mereka belum ketahui selama materi berlangsung. Tidak hanya
sebatas materi saja, puluhan peserta ini pun lantas diajak untuk praktik
langsung menuju salah satu ruangan sound system.
“Kita samakan semua teknik-teknik untuk
operasional kemudian praktik. Harus mengalami dan merasakan sendiri,” ucap
Jhonny.
Menambah Wawasan
Relawan diajak untuk bersama-sama praktik
langsung di salah satu ruangan sound
system di lantai 6 Aula Jing Si. Danny Oey menjelaskan bagaimana
mengoperasikan alat-alat yang terdapat di ruangan, mulai dari bagaimana
mengendalikan powerpoint pada layar, setting mic, dan lain-lain.
Selama pengenalan tentang alat-alat ini
berlangsung, salah satu peserta sibuk menulis pada catatan kecil miliknya. Ia
mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan training relawan sound system
ini. “Saya mencatat apa sih nama alat ini dan fungsinya untuk apa. Jadi next jika tidak ingat kan bisa lihat
catatan lagi,” ucap Eric.
Ia datang dari Tzu Chi komunitas He Qi Pusat dengan membawa semangat
untuk belajar ilmu baru. Mengikuti kegiatan training
relawan sound system memang menjadi
pengalaman perdananya, namun Eric sering kali membantu relawan bagian sound system di komunitasnya. “Kalau
saya di komunitas bagian support, back up saja yang lebih simple-simple,” ujarnya tersenyum.
Relawan yang aktif pada Misi pelestarian
Lingkungan Tzu Chi ini mengaku dengan mengikuti kegiatan training selama tiga jam ini bisa menambah wawasan baginya tentang sound system penunjang kegiatan Tzu Chi.
Selama praktik berlangsung, Eric pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mencoba
alat-alat yang ada.
“Yang pasti jadi lebih tahu alat-alat yang
digunakan, seperti apa mengoperasikannya. Paling tidak ada gambaran sedikit,”
terang relawan cakom ini.
“Cara menyetel layar gimana,” sambung Sukardi
yang saat itu berdiri di sebelah Eric untuk mencoba mengopersikan alat-alat di
ruang sound system.
Sukardi yang merupakan perwakilan dari
komunitas He Qi Utara 2 ini datang
untuk memahami ilmu baru baginya. “Saya pengen belajar dan pengen tahu tentang sound system,” ucapnya.
Training sound
system ternyata juga menarik minat relawan Tzu Chi wanita. Tak sedikit dari
mereka yang datang untuk belajar sesuatu yang baru, bahkan awam dengan bidang sound system. Salah satunya Theresia,
relawan komunitas He Qi Barat 1.
“Saya pengen belajar, pengen tahu (sound
system),” kata relawan komite ini.
Theresia memang sudah pernah bertugas di bagian
sound system pada kegiatan Xun Fa Xiang di komunitasnya. Tak
memiliki bekal pengalaman tentang sound
system tentu ia mengalami tantangan. “Pertama-tama sulit sih, tapi kalau sering dilatih pasti nggak akan sulit,” terangnya. Dengan
mengikuti training ini, Theresia
merasa banyak memperoleh pengalaman baru baginya. “Belajar ini sangat membantu.
Meski saya masih bingung karena pertama kali tapi mesti terus belajar,”
ungkapnya tersenyum.
Melihat antusias relawan yang ikut dalam
kegiatan training ini, Jhonny
berharap semua orang bisa berkontribusi untuk support kegiatan. “Makin banyak relawan sound system makin memudahkan, kalau setiap He Qi ada relawan sound
system bisa bantu setiap kegiatan. Mereka juga bisa setting alat, sehingga dalam acara apapun tidak bingung,” pungkas
Jhonny.
Editor:
Metta Wulandari
Rumah Nyaman yang Bukan Hanya Sekadar Mimpi
13 April 2018“Nanti saya ingin cerita ke (Alm) bapak (suami)
kalau sudah ada yayasan yang baik hati yang membantu merenovasi rumah,” kata
Mariati setelah rumahnya mendapatkan bantuan renovasi dari Yayasan Buddha Tzu
Chi. Sejak pertengahan Maret 2018 lalu, Tzu Chi berkerja sama dengan Kopassus membantu
merenovasi rumah para veteran melalui Program Renovasi Rumah yang digagas oleh Kopassus.
Uluran Tangan Tzu Chi di Cianjur
12 April 2018Tim tanggap Darurat
(TTD) Tzu Chi bersama dengan relawan Tzu Chi Cianjur memberikan bantuan kepada
warga di tiga kelurahan di Kecamatan Cianjur yang terkena dampak banjir Sungai
Cianjur pada Rabu, 11 April 2018.
Menjadi Orang Tua Efektif
11 April 2018Ada yang berbeda di kelas budi pekerti Qin Zi Ban komunitas He Qi Utara 1 pada Minggu, 8 April 2018. Kali ini papa mama bukan hanya mendampingi anak-anak di dalam kelas, tapi juga khusus mengikuti sesi sharing dari Dra. Asteria Maria Sudarwati, Kepala Sekolah Dasar Yayasan Permai, Muara Karang, Jakarta Utara.







Sitemap