Kumpulan Kisah Humanis
Melindungi Bumi, Memberkahi Diri
06 Januari 2017Brilianto atau yang akrab disapa Brian rutin mengumpulkan botol plastik bekas di sekitar rumahnya. Penerima bantuan pendidikan Tzu Chi ini terinspirasi untuk aktif melestarikan lingkungan setelah mengikuti kegiatan di Depo Pelestarian Lingkungan Tzu Chi Kelapa Gading.
Mencari Terang ke Kota Singkawang
08 November 2016Katarak telah membatasi ruang gerak banyak orang. Namun, tak semua orang bisa dengan mudah mendapatkan akses operasi katarak. Lewat baksos katarak, Yayasan Buddha Tzu Chi Singkawang menciptakan akses tersebut agar lebih banyak pasien kembali melihat dengan jelas.
Mewujudkan Angan yang Nyaris Padam
19 Oktober 2016Marham tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setiap mendorong gerobak pasir menuju rumahnya. Bukan panas matahari yang membakar semangatnya, melainkan harapan dan syukur atas rumah yang segera terwujud.
Hati Marham merasanya senang tak terkira setiap kali ia mendorong satu gerobak pasir ke arah rumahnya. Ia seperti terbakar. Bukan oleh teriknya matahari, namun karena semangat. Ia terbakar semangat. Tiap butiran pasir yang ia pindahkan, rasanya mewakili rasa bahagianya yang sukar dihitung oleh angka. Berjuta-juta kegembiraan dan mungkin miliaran rasa syukur.
Hadiah untuk Engellie
06 Oktober 2016Di usia yang masih belia, Engellie (10) terkena stroke hingga lumpuh. Setelah melalui proses pengobatan panjang, siswi kelas 5 SD Cinta Kasih Tzu Chi ini pun kini sudah dapat kembali beraktivitas, bahkan melanjutkan sekolahnya kembali dengan penuh semangat.
Berdiri Tegap di Usia 26 Tahun
31 Agustus 2016Meski mempunyai kekurangan, Tuan Zhi tetap optimis dan mandiri. Ia membantu pekerjaan rumah serta bekerja di sekolah bagi penderita autisme. Namun, karena tulangnya masih tumbuh dan aktivitasnya semakin banyak, ia mulai merasakan sakit di pinggang dan kaki.
Inspirasi dari Rumah Besi
15 Juli 2016Berawal dari keinginan memiliki rumah yang asri, nyaman, ramah lingkungan, dan terjangkau biayanya, pasangan arsitek ini mendesain rumah mereka secara berbeda dengan konsep sederhana, fungsional, serta penuh sentuhan alami yang selaras dengan lingkungan sekitar.
Buah Manis Perjuangan Tjeng Nio
09 Juni 2016Sembari lewat, ia menghampiri pedagang lain yang berada tak jauh dari tempatnya berjualan, lalu menyerahkan sebuah lembaran kertas berwarna merah muda yang ternyata merupakan tanda bukti donasi Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk membantu sesama.
Membina Desa Mandiri Pangan
15 Januari 2016Sejak pertengahan 2012, Bambang didaulat menjadi koordinator tim ahli pertanian Tzu Chi dalam program pertanian berkelanjutan di wilayah Singkawang. Sebelumnya, pada Mei tahun yang sama, lima ahli pertanian Tzu Chi Taiwan datang melakukan survei pertanian di sana.
Hidup dengan Percaya Diri
10 November 2015Selama lebih dari separuh usianya yang mencapai kepala tiga, Yang Xiaodong menjalani hidup dengan tubuh terlipat–terjebak dalam postur yang tidak dapat dibayangkan orang pada umumnya. Dagunya nyaris menyentuh lutut dan membuatnya tidak dapat tidur telentang atau berdiri tegak.
Berkawan dengan Sinabung
25 September 2015Keselamatan dan kebutuhan hidup menjadi hal yang dipertaruhkan warga di kaki Gunung Sinabung. Lebih dari 4 tahun mereka dibayangi kekhawatiran gunung yang kembali meletus serta masa depan anak-anak mereka. Hidup adalah pilihan, warga memilih berkawan bencana.
Meniti Asa Melalui Sentuhan Jemari
01 September 2015Bagi kaum tunanetra, adanya relawan ketik membuat mereka bisa sedikit bernapas dalam ruang yang disebut masyarakat, yang dinilai sebagai pembentuk stigma oleh Aria sehingga mereka merasa lebih diterima, dihargai, dan memiliki kesempatan berkembang bersama.
Kesempatan Kedua Menata Kehidupan
20 Agustus 2015Dengan kemampuannya, motornya dimodifikasi menjadi becak dengan menambahkan tempat duduk penumpang di sisi kiri. Dengan begitu ia tak perlu gunakan kaki menahan beban motor saat membawa penumpang.
Gubuk Alang-alang Nenek Ana
26 Juni 2015Nenek dari relawan Tzu Chi, Ana, yang buta sementara waktu tinggal di gubuk alang-alang yang digunakan sebagai dapur. Bagian atap pondok sudah bobrok sehingga bocor ketika hujan. Si nenek pasrah menjalani hidupnya dan tidak pernah mengeluh.
Kekuatan dalam Kesederhanaan
24 Juni 2015Banyak orang menganggap retaknya sebuah rumah tangga merupakan pertanda ‘retaknya’ harapan dan masa depan anak-anak di keluarga tersebut. Tetapi nasib tidak selalu sama. Seperti dalam kehidupan, masalah sama, solusi sama, tetapi hasilnya bisa berbeda.
Bakau-bakau Azhar
21 Mei 2015Seorang petani tambak di Lam Ujong, pinggiran Banda Aceh berjuang menghijaukan kembali 35 hektar pesisir Aceh setelah tsunami dengan 300 ribu pohon yang disemaikannya. Pendidikan terakhirnya sekolah dasar, tetapi pengetahuannya tentang bakau luas. Azhar, demikian ia disapa.







Sitemap