Kumpulan Kisah Humanis

Bangkit Menuju Kemandirian: Meronce Harapan di Tengah Perjuangan Melawan Kanker

Bangkit Menuju Kemandirian: Meronce Harapan di Tengah Perjuangan Melawan Kanker

09 Juli 2026

Di usia muda, Nizmah Nur Alisa menghadapi masa sulit saat kanker mengubah wajah, suara, dan hidupnya. Lewat kerajinan manik-manik, ia perlahan membangun kembali harapannya.

Cinta Kasih yang Menuntun Langkah Yusnita

Cinta Kasih yang Menuntun Langkah Yusnita

06 Juli 2026

Bencana banjir merenggut rumah, harta benda, dan calon buah hati Yusnita. Di tengah keterbatasan penglihatannya, penyintas Tapanuli Selatan ini bangkit, menemukan harapan melalui hunian tetap dan kepedulian relawan Tzu Chi.

Dari Balik Jendela, Harapan Menyapa

Dari Balik Jendela, Harapan Menyapa

03 Juli 2026

Banjir besar di Tapanuli Selatan pada November 2025 membawa duka bagi banyak warga. Hunian tetap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi harapan baru bagi keluarga Suyatmin untuk kembali memulai kehidupan lebih aman.

Dua Saudari yang Saling Menguatkan di Saat Kehilangan

Dua Saudari yang Saling Menguatkan di Saat Kehilangan

01 Juli 2026

“Kita tidak bisa terus berlarut, ya sudah ini tidak apa-apa, ini buat jadi pelajaran hidup masing-masing. Hargai orang tua selagi ada, hargai setiap momennya. Karena kita tidak tahu ajal itu kapan datangnya,” Suci Alfia.

Bergerak Bersama Menyembuhkan Luka

Bergerak Bersama Menyembuhkan Luka

29 Juni 2026

Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera terus berlanjut. Selain bantuan darurat dan layanan kesehatan, Tzu Chi juga menyiapkan program jangka panjang berupa pembangunan 2.500 rumah bagi penyintas banjir.

Mengajar dalam Keheningan

Mengajar dalam Keheningan

04 Juni 2026

Ketika ketidakkekalan datang, tekad Alex Salim akhirnya terwujud melalui jalan Silent Mentor. Dari kisah ini, Alex mengajarkan bagaimana cinta kasih, pengabdian, dan manfaat bagi sesama dapat terus hidup bahkan setelah napas terakhir berhenti.

Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat

Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat

04 Juni 2026

Bagi Alex Salim, setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi sesama. Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang di Hualien, sebuah tekad yang telah lama tumbuh di hatinya semakin menguat, yakni menjadi seorang Silent Mentor.

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Cirebon: Rumah Baru, Semangat Baru Bagi Nelayan Pesisir Cirebon

Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Cirebon: Rumah Baru, Semangat Baru Bagi Nelayan Pesisir Cirebon

19 Mei 2026

“Rumah-rumah itu lahir dari kepedulian dan semangat gotong royong para donatur dan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia”

Kembali Melihat Dunia, Sekaligus Cinta Kasih di Dalamnya

Kembali Melihat Dunia, Sekaligus Cinta Kasih di Dalamnya

07 Mei 2026

Senyum Ibu Tumi mengembang lebar sore itu. Matanya berbinar dan langkahnya terasa lebih ringan. Setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan penglihatan, keberhasilan operasi ini menjadi kebahagiaan besar baginya.

Hunian Tetap Menjawab Harapan

Hunian Tetap Menjawab Harapan

29 April 2026

Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus berjalan. Selain bantuan darurat dan layanan kesehatan, Tzu Chi juga akan membangun ribuan rumah bagi para penyintas agar mereka dapat kembali hidup dengan aman dan layak.

Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana

Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana

28 April 2026

Setelah bantuan darurat tersalurkan, relawan melanjutkan pemulihan kesehatan warga terdampak banjir. Melalui baksos kesehatan, tim medis dan relawan membantu masyarakat yang menghadapi masalah kesehatan akibat banjir.

Bertumbuh Lewat Berbagi

Bertumbuh Lewat Berbagi

23 April 2026

Meski rumah dan usaha mereka terdampak banjir besar di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir 2025, Juniarty dan Teo Siau Peing tidak menyerah. Di tengah kondisi yang belum pulih, kedua relawan Tzu Chi ini tetap bangkit dan memilih membantu sesama.

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Tanggap Darurat Tak Kenal Kata Terbatas

Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Tanggap Darurat Tak Kenal Kata Terbatas

22 April 2026

Lumpur masih menempel di dinding rumah, jalan-jalan terputus, dan air bersih menjadi barang langka. Namun di tengah keterisolasian dan kelelahan itu, ada kepedulian yang terus mengalir.

Abidzar dengan Rahang Barunya

Abidzar dengan Rahang Barunya

24 Februari 2026

Sejak lahir, Abidzar mengalami kelainan rahang yang membuatnya sulit makan dan berbicara. Bersama orang tuanya, Erni dan Nazaruddin, ia datang dari Medan ke Jakarta untuk menjalani pengobatan, agar bisa hidup lebih nyaman dan tumbuh percaya diri seperti anak-anak lain.

Dalam Derai Hujan, Mereka Mendapatkan Rumah yang Menguatkan

Dalam Derai Hujan, Mereka Mendapatkan Rumah yang Menguatkan

28 Januari 2026

Dulu, keluarga Rusdi dan Kilah selalu khawatir saat hujan karena rumahnya bocor. Kini, mereka dapat merasa tenang karena rumah mereka sudah diperbaiki dan memiliki atap baru kokoh.

Mengonsumsi minuman keras, dapat melukai orang lain dan mengganggu kesehatan, juga merusak citra diri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -