Kamis, 23 Maret 2017

Bhiksu Tua dan Sramanera Muda


Bhiksu Tua dan Sramanera Muda
17 Maret 2017
Ada sebuah kuil kecil di wilayah pegunungan. Di sana tinggal seorang bhiksu tua dan sramanera muda. Suatu hari, mereka pergi ke kota untuk menerima persembahan. Orang-orang di kota sangat menghormati bhiksu tua. Mereka memberinya banyak uang dan makanan

[Baca Lebih Lanjut]


Pahala Melindungi Satwa


Pahala Melindungi Satwa
10 Maret 2017

Di Zhejiang, Tiongkok, ada sepasang teman yang satu bernama Tao Shiliang dan yang lainnya bernama Zhang Zhiting. Kedua teman ini sama-sama mengikuti ujian. Ketika melewati sebuah sungai yang besar, mereka melihat seorang nelayan sedang menangkap ikan dengan jala besar.

[Baca Lebih Lanjut]


Raja Dighiti


Raja Dighiti
03 Maret 2017
Di sebuah negeri, ada seorang raja yang sangat murah hati dan menyayangi rakyatnya. Dia bernama Dighiti. Sang raja tidak berharap terjadi pembunuhan di dalam negerinya, juga tidak berharap negerinya menjajah orang lain. Karena itu, di negeri itu tidak ada senjata. Ketika raja dari negeri lain datang, mereka memperoleh kemenangan tanpa ada perlawanan.

[Baca Lebih Lanjut]


Anak Penggembala dan Si Sapi


Anak Penggembala dan Si Sapi
24 Februari 2017
Suatu hari, di pemakaman itu datanglah seorang anak penggembala. Dia membawa seekor sapinya untuk memakan rumput. Tiba-tiba, sapi itu meninggal. Anak penggembala itu menangis tersedu-sedu di sana. Dia terus menggoyangkan tubuh sapi itu dan berkata, "Kamu jangan mati." Dia terus berkata, "Kamu harus hidup kembali."

[Baca Lebih Lanjut]


Hikmah dari Sebaskom Air


Hikmah dari Sebaskom Air
17 Februari 2017
Sejak masih belia, Rahula sudah dibimbing oleh ayahnya, Buddha Sakyamuni, untuk menjadi bhiksu. Namun, Rahula sangat nakal. Terkadang, Buddha tidak ada di vihara. Saat ada orang bertemu Rahula dan bertanya, "Apakah Buddha ada di vihara?", Rahula akan menjawab, "Ada, Buddha ada di vihara." Ketika tiba di vihara, mereka baru tahu bahwa Buddha tidak ada di vihara.

[Baca Lebih Lanjut]


Empat Kali Mengambil Permata


Empat Kali Mengambil Permata
10 Februari 2017
Suatu ketika, sang raja berpikir untuk berdana besar-besaran bagi orang yang hidup kekurangan. Dia lalu memberi perintah untuk membuka gudang harta dan mengeluarkan pengumuman. Pada hari ketiga, datanglah seorang brahmana. Raja berkata kepadanya, "Kamu boleh memilih satu ikat permata yang kamu inginkan." Brahmana itu sangat gembira.

[Baca Lebih Lanjut]


Kerbau Bertanduk Satu


Kerbau Bertanduk Satu
06 Februari 2017

Ketika hari itu tiba, orang-orang dari kedua desa berdatangan untuk menonton pertandingan. Pria itu berkata, "Kerbauku sangat kuat. Ia dapat menarik 100 pedati dengan sangat mudah." Sang petani kemudian berkata, "Sejak lahir, kerbauku ini hanya memiliki satu tanduk." Setelah mendengar ucapan tersebut, kerbau bertanduk satu itu merasa rendah diri dan kehilangan kepercayaan diri.

[Baca Lebih Lanjut]


Dua Setengah Muatan Pedati


Dua Setengah Muatan Pedati
26 Januari 2017
Ada seorang pria yang memiliki  sapi dan pedati. Mata pencahariannya adalah membantu orang mengangkut barang. Karena merasa lelah, pria itu duduk di samping kandang sapi sambil menahan kantuk. Dia seperti mendengar ada orang berkata, “Jangan mengeluh lagi. Kita saling berutang. Dua setengah muatan pedati lagi utang saya lunas terbayar.”

[Baca Lebih Lanjut]


Satu Panah Tiga Nyawa


Satu Panah Tiga Nyawa
20 Januari 2017
Ada seorang anak muda bernama Samaka. Dia sangat memahami kebenaran di balik pergantian empat musim dan empat fase hidup manusia. Saat akan berdiri seusai menimba air, sebatang anak panah melesat ke arahnya. Dia lalu berteriak, "Siapa? Jika saya mati, kedua orang tua saya juga sulit bertahan hidup."

[Baca Lebih Lanjut]


Pantulan Emas di Dalam Air


Pantulan Emas di Dalam Air
13 Januari 2017
Suatu hari, ada seseorang yang lugu berjalan menuju tepi kolam. Karena kolam air sangat tenang, maka secara alami terlihat bayangan. Dari tepi kolam, orang ini melihat bentuk sepotong emas. Jadi, dia pun melompat ke dalam air. Dia terus meraba dan mencari di dalam air. Air pun beriak dan menjadi keruh sehingga tak terlihat apa-apa lagi. Sekujur tubuhnya menjadi basah dan kotor.

[Baca Lebih Lanjut]


Prev 1 2 3 4 5 6Next
Genggamlah kesempatan untuk berbuat kebajikan. Jangan menunggu sehingga terlambat untuk melakukannya!

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat