Berita
Jembatan Cinta Kasih, Penghubung Asa di Parlilitan
15 September 2026Harapan hadirnya jembatan penghubung terwujud melalui Jembatan Cinta Kasih yang menghubungkan tiga desa. Dengan dukungan Tzu Chi, jembatan sepanjang 36 meter membuka akses bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari.
Perayaan Hari Ibu di Batam
05 Juni 2012 Membalas budi orang tua atas pengorbanan yang mereka lakukan kepada kita, itulah yang ingin kita sampaikan dalam kegiatan Hari Ibu yang diadakan oleh Kantor Perwakilan Tzu Chi Batam.
Suara Kasih : Kehidupan yang Bermakna
05 Juni 2012 Terhadap alam semesta maupun terhadap manusia,kita harus bersumbangsih dengan penuh kasih agar kesehatan bumi dan manusia bisa tetap terjaga. Jika bumi ini sehat,maka tubuh manusia juga akan sehat.
Baksos Papua: Dari Tzu Chi untuk Manokwari
04 Juni 2012 Jumat, 1 Juni 2012, insan Tzu Chi kembali mengadakan bakti sosial kesehatan bagi masyarakat yang kurang mampu. Bakti Sosial Kesehatan Tzu Chi ke-84 ini di lakukan daerah yang terletak di pantai utara daerah Kepala Burung Pulau Papua, yaitu Manokwari, Papua Barat, tepatnya di RSUD Manokwari.
Suara Kasih: Teladan di Dunia Medis
04 Juni 2012 Beberapa hari lalu, para siswa kedokteran Tzu Chi kembali ke Griya Jing Si untuk mengucapkan sumpah dokter. Setelah mengenyam pendidikan selama 6 tahun, mereka kembali untuk diangkat sumpahnya.
Semangat Waisak di Hati Bodhisatwa Cilik
04 Juni 2012 Meski sudah hampir sebulan berlalu, semangat Waisak di hati insan Tzu Chi belum luntur. Setelah kantor-kantor penghubung Tzu Chi di seluruh Indonesia melaksanakan prosesi pemandian rupang Buddha, kali ini giliran Sekolah Tzu Chi Indonesia mengadakan prosesi yang sama bagi murid-murid.
Inspirasi dari Dokter Humanis
01 Juni 2012 Pada tanggal 29 Mei 2012, staf RSKB dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengadakan acara “Ucap Syukur dan Terima Kasih atas Sumbangsih dr. Kurniawan” sebagai bentuk perpisahan dengan sosok dokter yang ramah ini.
Suara Kasih: Kehidupan yang Paling Tenteram
01 Juni 2012 Lihatlah, hingga kini masih ada insan Tzu Chi di beberapa negara yang memperingati tiga hari besar di bulan Mei. Contohnya, insan Tzu Chi di Meksiko juga menggelar upacara pemandian rupang Buddha dengan sangat rapi.
Sosialisasi dan Pembagian Beras Cinta Kasih
31 Mei 2012 Suster Alexa berterima kasih dan senang atas kunjungan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia. Ia berkata bahwa ada dua hal utama yang perlu dipahami dan dijalankan oleh anak-anak yaitu pertama yaitu, menghemat air dan yang kedua adalah supaya anak-anak menghargai bantuan orang lain.
Sosialisasi Calon Relawan
31 Mei 2012 Reni Shijie sebagai MC membuka acara dan mempersilahkan Nasandi Shixiong memaparkan Kisah Tzu Chi di Indonesia. Sebelumnya diputarkan sebuah video yang bercerita tentang Kilas Balik Tzu Chi di Indonesia.
Berbagi Kesehatan untuk Generasi Masa Depan
31 Mei 2012 26 mei 2012 lalu. Para relawan yang tergabung di He Qi Selatan, tengah besibuk ria mengadakan baksos umum bagi para murid SD Dinamika, Bantargebang, Bekasi. SD yang terletak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang ini, terlihat biasa saja, tidak ada kesan kumuh dari tempat ini.
Kejutan yang Menyenangkan
30 Mei 2012 Kegiatan ini merupakan penempelan keempat kali yang telah dilaksanakan relawan Tzu Chi Tanjung Balai Karimun. Panasnya terik matahari tidak menyurutkan niat relawan untuk menyebarkan kebenaran.
Langkah Nyata di Hari Ibu
30 Mei 2012 Semoga semangat kebangkitan nasional dapat menyatukan hati dan semangat kita semua untuk mengembangkan misi pendidikan Tzu Chi demi anak–anak kita melalui pengajaran pendidikan kehidupan dan mengembangkan budaya humanis.
Suara Kasih: Menggarap Ladang Berkah
30 Mei 2012 kita harus menyadari berkah setelah melihat penderitaan dan menempatkan diri di posisi orang lain. Melihat orang lain mengalami kelaparan, kita hendaknya berempati dan mendukung pola makan 80 persen kenyang serta menyisihkan 20 persen untuk menolong sesama.
Memberikan Contoh yang Baik
29 Mei 2012 Bagaimanakah caranya? Kita dapat mengembalikan kondisi alam secara perlahan tapi pasti jika kita memiliki tekad yang kuat, karena untuk mengembalikan kondisi bumi kembali ke awal akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Tetapi jika dilakukan secara terus menerus dan konsisten segalanya dapat tercapai.







Sitemap