Berita
Gempa NTT: Bahagia Warga Menerima Uluran Tangan Sesama
18 September 2026Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membagikan bantuan logistik bagi korban gempa di Desa Satar Kampas dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT. Bantuan terdiri dari paket sembako.
Posko Kesehatan yang Menenteramkan
03 Februari 2014 Banjir yang kembali melanda Jakarta pada bulan Januari ini cukup memberikan dampak buruk yang tidak sedikit, salah satu contohnya adalah banyak timbulnya wabah penyakit.
Karena Panggilan Hati
03 Februari 2014 Suripto bersama warga Kapuk Muara tengah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga Kapuk Muara, Jakarta Utara.
Suara Kasih: Mengembangkan Welas Asih dan Kebijaksanaan
30 Januari 2014 Kita bisa melihat puluhan ribu orang di Filipina mengikuti acara doa bersama. Dalam waktu satu hari, mereka mengadakan dua sesi acara yang dihadiri oleh lebih dari 30.000 orang.
Suara Kasih: Membangkitkan Ketulusan untuk Menyerap Dharma
30 Januari 2014 Waktu berlalu dengan cepat. Acara Pemberkahan Akhir Tahun di Taiwan sudah berakhir beberapa hari lalu. Saya sendiri menghadiri 53 sesi yang totalnya diikuti oleh lebih dari 100.000 orang peserta. Di setiap sesi, saya menyaksikan insan Tzu Chi giat mendengar Dharma.
Banjir Jakarta: Kekuatan Sebuah Cinta Kasih
29 Januari 2014 Dengan penuh pengorbanan dan perjuangan di tengah hujan dan jalanan yang macet penuh gengangan air, relawan pagi itu datang dan segera menyiapkan segala keperluan yang akan dibagikan ke Kelurahan Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat.
Donor Darah Di tengah Banjir
29 Januari 2014 Walaupun jumlah pendonor lebih sedikit dibanding kegiatan donor darah sebelumnya karena kondisi banjir, tetapi peserta merasa bersyukur donor darah dapat dilakukan dan telah bersumbangsih untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
Suara Kasih: Merenungkan SetiapTindakan
29 Januari 2014 Melihat apa yang dialami oleh orang lain, kita sungguh harus meningkatkan kewaspadaan. Dalam kehidupan sehari-hari, segala yang berkondisi terus berproses tanpa kita sadari.
Kabar Baik Dari Tzu Chi untuk Aini
29 Januari 2014 Hari itu Casniah bersama para tetangga datang untuk memeriksakan anak mereka yang sedang sakit akibat cuaca yang tidak menentu beberapa hari belakangan. Selain cuaca, banjir yang merendam kediaman mereka juga sedikit banyak membuat wabah penyakit semakin mudah tersebar.
Banjir Jakarta: Perhatian Untuk Warga Pinggir Sungai Citarum
28 Januari 2014 Kurang lebih 50 relawan yang terdiri dari relawan Tzu Chi Jakarta, relawan Tzu Chi Karawang, dan relawan dari Sispamdu Zhadoel bergerak bersama memberikan perhatian kepada warga. Sebanyak 765 paket bantuan banjir disalurkan kepada warga korban banjir.
Suara Kasih: Tetap Waspada Meski Berada Dalam Kondisi Tenteram
28 Januari 2014 Semua itu terjadi karena dalam keseharian, kita terlalu bersikap boros dan menghamburkan terlalu banyak sumber daya alam. Selain membuang-buang sumber daya alam, kita juga menciptakan polusi.
Suara Kasih: Kebajikan dan Cinta Kasih adalah Permata yang Paling Berharga
27 Januari 2014 Kita sangat bisa merasakan semangat budaya humanis dari ajaran Jing Si di sini. Saya merasa sangat berterima kasih. Lahan pelatihan diri ini sangatlah agung dan luas.
Banjir Jakarta: Menumbuhkembangkan Kurukunan Antar Sesama
27 Januari 2014 Relawan Tzu Chi yang berinteraksi langsung dengan penerima bantuan dan memberikan jenis bantuan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan. Memberikan bantuan secara langsung kepada mereka yang benar-benar layak dibantu.
Banjir Jakarta: Mempraktikkan Kepedulian
24 Januari 2014 Bencana ini menggerakkan hati dan inisiatif sejumlah relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Kelapa Gading, bekerja sama dengan sejumlah relawan gabungan Agung Podomoro Land. Tbk, bersumbangsih memberikan paket bantuan bagi warga yang korban banjir di sekitar wilayah Kelapa Gading ini.
Banjir Jakarta: Memasak Dengan Kehangatan
24 Januari 2014 Begitu sampai di tempat ini para pengurus gereja dengan ramah memberikan tempatnya untuk dijadikan tempat tinggal sementara. Bahkan saking banyaknya pengungsi hingga mencapai 1.200 jiwa, rumah tinggal pendeta yang bersebelahan dengan gereja pun ditempati oleh para pengungsi.







Sitemap