Berita
Berbagi Kasih Melalui Setetes Darah
11 Februari 2026Mengawali bulan Februari penuh makna, relawan Tzu Chi He Qi Jakarta Barat 3 yakni di komunitas Jembatan Besi kembali menggelar donor darah di Seasons City Trade Mall. Meski sedang hujan, semangat berbagi kasih para relawan dan para donor tetap mengalir tanpa surut.
Menjadi Mata Air yang Menjernihkan Hati Manusia
16 Maret 2015Sedikitnya 500 hadirin yang terdiri dari donatur dan pemirsa DAAI TV mengikuti acara ini. Memang, menurut Linawaty, koordinator acara, Malam Keakraban DAAI TV ini ditujukan untuk menjalin silaturahmi para donatur, dan pemirsa DAAI TV.
Gigi Sehat, Belajar pun Giat
13 Maret 2015 Selain itu, wanita yang akrab disapa Yuni ini merasa bersyukur atas kehadiran relawan dalam baksos gigi ini. Menurutnya kehadiran relawan ini dapat membantu mengurangi rasa cemas anak-anak. “Bagus sekali, relawan membantu jalannya pengobatan serta memotivasi anak-anak karena kan banyak yang takut,” tambahnya.
Menjernihkan Hati Manusia Melalui Media Informasi
12 Maret 2015 Sebagai media informasi, DAAI TV menjadi ujung tombak untuk menyebarkan cinta kasih yang ditanam oleh insan Tzu Chi. Menyebarkan cinta kasih tentunya harus dilakukan dengan tata cara yang humanis dan baik agar tersampaikan dengan benar.
Bentuk Dukungan Tzu Chi untuk Pendidikan
12 Maret 2015Selasa, 10 Maret 2015, Tzu Chi bersama Brigif 1 Pengaman Ibukota Jaya Sakti meresmikan sekolah TK Kartika Jaya X-6 di kompleks Brigif 1, Jakarta Timur. Peresmian tersebut disambut meriah oleh pasukan TNI AD yang bermarkas di tempat tersebut, serta guru dan murid dari TK Kartika.
Perhatian untuk Korban Kebakaran
12 Maret 2015Pukul 10.00 pagi relawan Tzu Chi bersamaan dengan yayasan LSM lainnya dan para penduduk bergotong royong membersihkan puing-puing bekas kebakaran guna membangun posko bantuan. Sesudah itu para relawan membagikan kupon yang diperuntukkan bagi warga korban kebakaran.
Bingkisan yang Berharga
11 Maret 2015 Nariyah adalah satu dari ratusan warga yang merasa bahagia atas bantuan yang diberikan Tzu Chi. Sebelum pembagian paket berlangsung, sebelumnya relawan melakukan survei lokasi untuk mendata warga yang terkena kebakaran di Jati Bunder, Kelurahan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Bersama DAAI TV, Menyebarkan Kebajikan ke Seluruh Indonesia
10 Maret 2015 Acara ini bertujuan mengajak para karyawan untuk menyamakan persepsi, mengenal visi dan misi perusahaan sekaligus menambah keakraban lintas divisi. Adapun pada sesi penutup, tanggal 8 Maret 2015, acara diisi dengan sharing dari para karyawan DAAI TV yang telah bersumbangsih selama 1 dasawarsa.
Kamp Humanis DAAI TV: Menyelami Budaya Humanis Perusahaan
10 Maret 2015Agar frekuensi semua staf menjadi sama, maka DAAI TV mengadakan sebuah kamp humanis yang diperuntukkan kepada seluruh karyawan.
Baksos Kesehatan di Ancol
09 Maret 2015 Minggu pagi, 22 Februari 2015, relawan Tzu Chi bersama tim dokter TIMA, melakukan pengobatan mediis pascabanjir bagi warga Ancol, Jakarta Utara.Keceriaan itu Ada di Santa Anna
05 Maret 2015 Rencana kunjungan akhirnya terlaksana pada Minggu, 1 Maret 2015. Pada pukul 14:00 WIB, sebanyak 25 orang relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Angke termasuk saya, mengunjungi Panti Jompo Santa Anna yang berlokasi di Jalan M No. 40 Gang Mazda, Teluk Gong.
Sebersit Niat Baik dan Mengenggam Setiap Kesempatan
05 Maret 2015 “Sehabis operasi, papa membutuhkan banyak darah," tambahnya. Pendonor berusia 41 tahun itu menceritakan pengalaman pahit kehilangan keluarga terdekat akibat dari keterlambatan pasokan darah. Pengalaman itulah yang mendorong niat dan tekad Rosanna untuk mendonorkan darahnya. “Selama masih diberi kesempatan untuk donor, saya akan terus melakukannya,” ujarnya.
Reuse
04 Maret 2015 Tema pembelajaran kali itu adalah mengenai Pelestarian Lingkungan (Huan Bao), yang merupakan salah satu dari Misi Tzu Chi.
Anak-Anak Saung Tawon
03 Maret 2015 Saat ini sudah dibangun dua saung yaitu Saung belajar dan Saung baca juga dilengkapi dengan fasilitas WC dan jalan setapak.
Perhatian untuk Para Pejuang
03 Maret 2015 Kondisi ekonomi para veteran yang tinggal di Kompleks Seroja sebagian besar dalam tataran kondisi menengah. Mereka hanya bergantung dari uang pensiun yang diterima setiap bulannya. Terlebih lagi kondisi cacat fisik akibat perang yang mereka alami sangat membatasi ruang gerak dan aktivitas mereka.







Sitemap