Berita
Cinta Kasih Bersemi di Wihara Sila Paramita
28 Januari 2026Relawan Tzu Chi komunitas Xie li Jatinegara membagikan paket cinta kasih berupa beras 10 kg kepada umat Wihara Sila Paramita, di Jalan Cipinang Jaya No. 1, Jakarta, pada 22 Januari 2026.
Jing Si Talk: Mengapa Ikut Tzu Chi?
22 November 2011Setelah penjelasan diberikan kemudian Hendry bertanya mengapa kita (para peserta dan relawan) memilih Tzu Chi sebagai tempat atau wadah untuk berbuat kebaikan? Hendry memberikan beberapa alasan mengapa orang memilih Tzu Chi.
Menyelami dan Mewariskan Ajaran Jing Si
21 November 2011Dengan mengikuti bedah buku, kita seperti bertemu Master. Dengan menjadi relawan bedah buku, kita telah mewariskan ajaran Master, membantu orang lain untuk mengerti ajaran Master dan menambah kebijaksanaan.
Menjernihkan Batin
21 November 2011 Selain bersumbangsih, insan Tzu Chi juga harus senantiasa menjernihkan hati sendiri apalagi setelah sibuk melakukan kegiatan sehari-hari dan ditambah lagi bersumbangsih di saat ada waktu luang, tentunya banyak kejadian yang dapat memengaruhi kondisi hati dan batin kita.
Suara Kasih: Menginspirasi Semua Orang
21 November 2011 Lihatlah, Sumatera Barat di Indonesia juga dilanda bencana banjir. Banyak rumah yang tergenang air. Setelah mendengar kabar tersebut, insan Tzu Chi segera bergerak membagikan beras, dan minyak goreng.
Suara Kasih: Hidup Berdampingan
19 November 2011 Kita harus memiliki semangat kebersamaan, membangkitkan cinta kasih, dan tidak saling membedakan. Orang yang berada dalam kondisi aman harus segera bergerak. Para pemilik pabrik harus segera mengerahkan stafnya untuk terjun ke lokasi bencana.
Menjaga Pikiran
19 November 2011 Pada dasarnya di dunia ini tidak ada masalah apapun, tetapi manusia sendirilah yang menciptakan masalah itu. Saat menghadapi masalah kita tidak mencoba untuk mempermudah masalah itu, tetapi cenderung mudah emosi, saling menyalahkan dan membandingkan-bandingkan, tetapi tidak mencoba untuk berpikir dalam kondisi yang tenang.
Suara Kasih: Saling Membantu
17 November 2011 Saat itu, tim medis Tzu Chi di Taiwan juga berangkat untuk memberi pelayanan medis, bantuan materi, dan lain-lain. Pada saat itu, Relawan Hu yang merupakan umat Islam dari Turki dan Relawan Chen dari Yordania yang merupakan umat Buddha berkumpul untuk menyurvei lokasi bencana.
Mengendalikan Hawa Nafsu
16 November 2011 Hari itu, Rabu 9 November 2011, tepatnya pukul 18.30 WIB terlihat beberapa relawan yang mulai berdatangan mengikuti kegiatan Bedah Buku “ 20 Kesulitan Kehidupan “ di Kantor He Qi Barat bersama Kumuda Yap Shixiong .
Meluruskan yang Salah Menjadi Benar
16 November 2011 Hendry Zhou, relawan Tzu Chi yang membawakan materi saling mewariskan ajaran Jing Si ini mengatakan jika Master Cheng Yen pernah mengatakan, “Asalkan ada jodoh yang dalam, tidak takut jodoh itu datang terlambat. Asalkan ketemu jalan, tidak takut jalan itu jauh.”
Suara Kasih: Memikul Tanggung Jawab
16 November 2011 Kita dapat melihat insan Tzu Chi di Lesotho yang juga berlatih adaptasi Sutra. Mereka juga bernyanyi dengan pelafalan Mandarin yang sangat tepat. Mereka diajarkan untuk memahami isi liriknya.P ara insan Tzu Chi menjelaskan satu per satu arti kata dalam lirik tersebut.
Masuk ke Dalam Dharma
15 November 2011 Kamis, 10 November 2011, lebih dari 50 orang relawan datang ke Kantor Pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung ITC Mangga Dua Jakarta untuk mengikuti kelas bedah buku.
Menjaga Pikiran dan Menciptakan Berkah
15 November 2011Ada pepatah mengatakan: “Tidak ada yang sulit sepanjang Anda mau bekerja keras.” Bagi mereka yang memiliki banyak keinginan, berdana adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi bagi mereka yang memiliki tekad, tiada rintangan yang tidak dapat diatasi.
Suara Kasih: Meringankan Penderitaan Sesama
15 November 2011 Bencana yang terjadi dalam sekejap sungguh membuat orang tak berdaya. Kita tak dapat menghentikan ketidakkekalan. Ketidakselarasan empat unsur alam mengakibatkan bencana terjadi silih berganti. Kita harus mawas diri dan berhati tulus.
Hati Buddha, Tekad Guru
14 November 2011 Master Cheng Yen sendiri mau meningkatkan welas asih maka kita harus memberi ketenangan dan ikut menghilangkan penderitaan di masyarakat. Bila sudah bisa memberi tanpa pamrih dan mewujudkan keharmonisan barulah manusia bisa bersatu.







Sitemap