Berita
Dari Huntara ke Huntap, Korban Banjir Aceh Utara Kembali Menata Hidup
08 Juni 2026Tzu Chi bersama Pemkab Aceh Utara membangun Huntap bagi korban banjir. Bantuan melalui proses verifikasi, pengundian, hingga penyerahan tahap awal 40 unit beserta perabotannya.
Suara Kasih: Hidup Berdampingan
19 November 2011 Kita harus memiliki semangat kebersamaan, membangkitkan cinta kasih, dan tidak saling membedakan. Orang yang berada dalam kondisi aman harus segera bergerak. Para pemilik pabrik harus segera mengerahkan stafnya untuk terjun ke lokasi bencana.
Harapan dari Desa Sidoharjo
18 November 2011 Pada tanggal 18 November 2011, tepat jam 4 sore rombongan pun tiba. Setelah 1 malam beristirahat, pasien calon peserta baksos pun mulai bersiap-siap pada jam 5 pagi. Mendapatkan nomor antrian awal, jam 6.30 pagi, ke-11 pasien ini pun telah menanti kedatangan tim medis menuju lokasi screening yaitu di RS Bhayangkara Polda Lampung.
Internasional: “Sahabat El Savadorâ€
17 November 2011 Tanggal 4 November di Taipei Taiwan, Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi menerima penghargaan “Sahabat Bagi El Savador”. Penghargaan ini mengakui upaya tanpa pamrih dari Master Cheng Yen, pendiri Yayasan Tzu Chi dalam membantu korban gempa bumi dan angin topan di El Salvador selama 10 tahun terakhir
Suara Kasih: Saling Membantu
17 November 2011 Saat itu, tim medis Tzu Chi di Taiwan juga berangkat untuk memberi pelayanan medis, bantuan materi, dan lain-lain. Pada saat itu, Relawan Hu yang merupakan umat Islam dari Turki dan Relawan Chen dari Yordania yang merupakan umat Buddha berkumpul untuk menyurvei lokasi bencana.
Merekrut Bodhisatwa Baru
17 November 2011 Para relawan abu putih dan biru putih sangat kreatif. Hal ini ditunjukkan lewat drama yang ditampilkan di sela-sela penyampaian materi. Drama yang ditampilkan sangat lucu sehingga menimbulkan tawa para peserta. Tetapi di balik itu, drama ini sebenarnya mengandung pesan kesederhanaan dalam penampilan
Mengendalikan Hawa Nafsu
16 November 2011 Hari itu, Rabu 9 November 2011, tepatnya pukul 18.30 WIB terlihat beberapa relawan yang mulai berdatangan mengikuti kegiatan Bedah Buku “ 20 Kesulitan Kehidupan “ di Kantor He Qi Barat bersama Kumuda Yap Shixiong .
Meluruskan yang Salah Menjadi Benar
16 November 2011 Hendry Zhou, relawan Tzu Chi yang membawakan materi saling mewariskan ajaran Jing Si ini mengatakan jika Master Cheng Yen pernah mengatakan, “Asalkan ada jodoh yang dalam, tidak takut jodoh itu datang terlambat. Asalkan ketemu jalan, tidak takut jalan itu jauh.”
Suara Kasih: Memikul Tanggung Jawab
16 November 2011 Kita dapat melihat insan Tzu Chi di Lesotho yang juga berlatih adaptasi Sutra. Mereka juga bernyanyi dengan pelafalan Mandarin yang sangat tepat. Mereka diajarkan untuk memahami isi liriknya.P ara insan Tzu Chi menjelaskan satu per satu arti kata dalam lirik tersebut.
Membina Rasa Kasih Sayang
15 November 2011Terbatasnya fasilitas di tempat tersebut membuat relawan segera bahu-membahu mengatur meja dan kursi sebagai tempat pendaftaran dan mempersiapkan sebuah ruangan untuk pemeriksaan dokter. Pembagian tugas juga dilakukan untuk kelancaran kegiatan.
Masuk ke Dalam Dharma
15 November 2011 Kamis, 10 November 2011, lebih dari 50 orang relawan datang ke Kantor Pusat Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia di Gedung ITC Mangga Dua Jakarta untuk mengikuti kelas bedah buku.
Menjaga Pikiran dan Menciptakan Berkah
15 November 2011Ada pepatah mengatakan: “Tidak ada yang sulit sepanjang Anda mau bekerja keras.” Bagi mereka yang memiliki banyak keinginan, berdana adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Tetapi bagi mereka yang memiliki tekad, tiada rintangan yang tidak dapat diatasi.
Suara Kasih: Meringankan Penderitaan Sesama
15 November 2011 Bencana yang terjadi dalam sekejap sungguh membuat orang tak berdaya. Kita tak dapat menghentikan ketidakkekalan. Ketidakselarasan empat unsur alam mengakibatkan bencana terjadi silih berganti. Kita harus mawas diri dan berhati tulus.
Internasional: Membantu Korban Banjir
14 November 2011 Mohamad Fadli yang bekerja di kantor supplier membantu mengendarai mobil pengangkut barang. “Banjir di Thailand sangat parah. Penduduk di sana sangat menderita. Saya merasa sangat merasa sedih sekaligus bahagia (karena) dapat memberikan bantuan kecil untuk mereka,” kata Mohamad Fadli.
Hati Buddha, Tekad Guru
14 November 2011 Master Cheng Yen sendiri mau meningkatkan welas asih maka kita harus memberi ketenangan dan ikut menghilangkan penderitaan di masyarakat. Bila sudah bisa memberi tanpa pamrih dan mewujudkan keharmonisan barulah manusia bisa bersatu.







Sitemap