Berita
Langkah Baru yang Menjadi Harapan para Penerima Kaki Palsu
06 Oktober 2026Hidup dengan anggota badan yang kurang normal membuat Monica dan penerima bantuan sempat putus asa, tetapi kaki palsu memberikan harapan baru, membuat mereka bangkit dengan semangat menjalani hidup yang lebih baik.
Melatih Diri dalam Berlestari
31 Desember 2010Para relawan satu per satu melepaskan tutup plastik dari gelas minuman tersebut lalu mengelompokkannya. Plastik buangan dari tutup gelas tersebut juga dijadikan satu dengan plastik lainnya.
Suara Kasih : Malam Penuh Kasih
30 Desember 2010 Hari ini tanggal 24 Desember, dan malam ini orang-orang akan merayakan malam Natal. Kita juga senantiasa turut berdoa semoga dunia terbebas dari bencana, semoga masyarakat damai dan harmonis, dan semoga semua orang hidup tenteram.
Save Our Earth
30 Desember 2010Minggu, tanggal 12 Desember 2010, P.k.7.30 WIB cuaca kurang bersahabat. Sejak pagi hujan deras telah mengguyur kota Jakarta. Namun, hujan deras tidak mengendurkan semangat kami (para relawan Tzu Chi) dan warga untuk bersama-sama menyelamatkan bumi ini dengan melaksanakan daur ulang bersama.
Memberi dengan Cinta Kasih
30 Desember 2010 Hari itu 12 Desember 2010, para relawan Tzu Chi dari Jelambar melakukan acara kunjungan untuk menghibur para opa dan oma di sana. Relawan yang mengikuti kunjungan kali ini sekitar 30 orang, dikoordiniir oleh Veronika Shijie. Pukul 8 pagi para relawan sudah sampai ke panti, dan masing-masing langsung melakukan tugasnya.
Suara Kasih : Kehidupan yang Bermakna
29 Desember 2010 Bagaimana agar hidup kita dapat indah dan bermakna? Orang yang memiliki cinta kasih akan senantiasa menciptakan berkah bagi masyarakat. Orang yang memiliki welas asih akan berusaha melenyapkan penderitaan orang lain karena rasa iba terhadap mereka yang menderita.
Membantu Tanpa Pamrih
29 Desember 2010 Sabtu sore tanggal 18 Desember 2010, para relawan berkumpul dengan niat yang tulus, mengorbankan waktu dan tenaga untuk ikut membantu acara pembagian paket Natal dan tunjangan biaya hidup bagi para Gan En Hu (penerima bantuan Tzu Chi).
Tiga Makna dalam 3 Butir Padi
29 Desember 2010 Pemberkahan akhir tahun dalam budaya Tzu Chi pun akan segera datang. Maka untuk menyambut acara yang penuh makna itu, relawan Tzu Chi di Indonesia yang terbagi dalam 4 wilayah He Qi mulai menyibukkan diri dengan menghias angpau pemberkahan akhir tahun dengan koin berlogo Tzu Chi dan tiga butir padi.
Suara Kasih : Menanam Benih Baik
28 Desember 2010 Dengan adanya jalinan jodoh yang baik, barulah cinta kasih kita dapat terbangkitkan. Untuk hidup penuh kesadaran, kita harus menapaki Jalan Bodhisatwa dan bersumbangsih di tengah masyarakat guna membimbing dan menginspirasi orang-orang yang hidup menderita.
Menguatkan Tekad dan Semangat
28 Desember 2010 Minggu, 19 Desember 2010, pukul 13.00 siang, relawan Tzu Chi dari komunitas He Qi Utara berdatangan memenuhi ruangan Jing Si Books & Café Pluit. Tujuan kedatangan mereka adalah mengikuti pendalaman prinsip 4 in 1 yang selalu diadakan tiap bulan.
Berbuat untuk Kemanusiaan
28 Desember 2010 Kegiatan sosial belajar-mengajar untuk anak-anak jalanan dan pemulung di bawah asuhan para suster Puteri Kasih yang dibantu oleh para relawan He Qi Timur yang berlangsung di Gang 24, di bawah jalan tol layang Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Suara Kasih : Hidup yang Bermakna
27 Desember 2010 Dalam hidup ini, kita harus tahu bahwa panjang pendeknya usia kita ditentukan oleh karma kita di kehidupan lampau. Kita tak tahu berapa lama kita akan hidup. Namun, setelah bertemu dengan Ajaran Buddha dan bergabung dengan Tzu Chi, kita dapat memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Internasional : Berdoa Meningkatkan Panen
27 Desember 2010Seorang petani dari Myanmar yang menerima benih tanaman dari Yayasan Buddha Tzu Chi berdoa setiap hari untuk tanamannya serta menghindari penggunaan pestisida, dan akhirnya ia mendapatkan hasil panen berlimpah.
Doa Vita
27 Desember 2010 Sejak lahir Vita memang terlahir tak sempurna. Bibir bagian atasnya sumbing dan juga tak memiliki langit-langit di mulutnya. Meski sempat mengalami shock dan tidak bisa menerima kondisi anak keduanya ini, Solehatun (32) dan suaminya Agus Triadi (36) akhirnya dapat berpikir jernih dan menerima kondisi putri mereka apa adanya.
Suara Kasih : Mengembangkan Kebijaksanaan
24 Desember 2010 Kehidupan yang paling menyedihkan adalah tak dapat membedakan hal yang benar dan salah. Jika dapat hidup sesuai dengan prinsip kebenaran dan moralitas, maka kita akan memiliki kehidupan yang baik.







Sitemap