Berita
Ketika Niat Baik Menuntun Langkah Kebaikan
14 Agustus 2026Sebuah niat baik sering kali menjadi awal dari langkah sederhana untuk berbuat lebih bagi sesama. Melalui kegiatan sosialisasi, peserta diajak mengenal nilai-nilai cinta kasih, kepedulian, dan semangat berbagi.
Suara Kasih: Arah Pendidikan Masa Kini
12 September 2011 Selain harus menyatu dengan misi amal, juga harus menyatu dengan misi kesehatan, karena pendidikan kehidupan pasti berhubungan dengan kesehatan. Jadi, pendidikan harus mencakup misi amal, kesehatan, dan juga budaya humanis.
Berbagi Rasa Suka dan Duka
09 September 2011Musibah ini lantas mengetuk simpati dari banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Turut merasakan penderitaan yang dialami oleh warga kebakaran, Rabu, 7 September 2011 lalu, relawan Tzu Chi pun datang untuk memberikan bantuan paket kebakaran kepada warga.
Penyuluhan Kesehatan di Sekolah Tzu Chi
09 September 2011 Pada kegiatan ini, Dokter Yoke memberikan penyuluhan mengenai cara merawat luka di rumah. Para orangtua ataupun Nanny yang mendengarkan penyuluhan, merasa senang dengan adanya penyuluhan ini, mereka mendapat banyak masukan positif.
Suara Kasih: Mempraktikkan Empat Sifat Luhur
09 September 2011 Setiap hari kita harus berdoa dengan tulus semoga dunia bebas dari bencana dan setiap orang dapat hidup tenteram. Inilah cinta kasih. Kita harus mempraktikkan cinta kasih tanpa batas karena makhluk hidup memiliki noda batin yang tanpa batas.
Suara Kasih: Menghargai Kehidupan
08 September 2011 Lihatlah kondisi warga Somalia. Karena sulit menerima bantuan, warga setempat hidup di tengah kondisi kelaparan dan lingkungan yang tidak sehat.
Membaca Sutra dan Menerapkan Dharma
07 September 2011 Buddha mengatakan bahwa sulit untuk membaca sutra-sutra Buddha. Mengapa? Pada zaman Buddha, belum ada media pencatatan seperti sekarang ini. Setiap ucapan Buddha tidak bisa direkam langsung ataupun dicatat apalagi dicetak dan didistribusikan, namun hanya mengandalkan ingatan para muridnya dan disebarkan secara lisan.
Suara Kasih: Meneruskan Pembabaran Dharma
07 September 2011 Lihatlah, seluruh keluarganya telah menyelami Dharma. Bahkan anak sekecil itu pun menyerap Dharma ke dalam hati. Bodhisatwa sekalian, pementasan kali ini sungguh telah melibatkan seluruh warga Taiwan. Saya ingat di Taipei, ada sebuah keluarga yang anaknya sangat berbakti.
Suara Kasih: Jalinan Jodoh dengan Dharma
06 September 2011 Dengan perkembangan teknologi masa kini, hanya membutuhkan waktu selama 4 detik untuk menyiarkan ceramah saya ke seluruh dunia. Bayangkanlah, bukankah ini adalah hal yang luar biasa? Itu adalah sesuatu yang tidak terlihat oleh kita.
Memanfaatkan Waktu dan Ruang dengan Baik
06 September 2011Pada tanggal 26 Agustus 2011, insan Tzu Chi mengadakan pengobatan kesehatan gratis di Stasiun Kereta Api Senen, Jakarta Pusat, bagi para pemudik yang ingin pulang ke kampung halamannya untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga.
Kebahagiaan dari Sebuah Kunjungan
05 September 2011 Oma adalah sosok yang dikasihi oleh cucu-cucunya. Ironisnya, anak-anak kandung oma justru tak begitu memerhatikan kondisinya sehingga kini ia dirawat oleh menantu dan cucu-cucunya.
Suara Kasih: Meneruskan Jalinan Jodoh
05 September 2011 Lihatlah para Bodhisatwa yang menyelami Dharma. Setiap gerakan dan lirik yang mereka nyanyikan sungguh memperindah ladang pelatihan. Pementasan adaptasi Sutra tersebut telah disiarkan ke seluruh dunia.
Menumbuhkan Rasa Syukur
26 Agustus 2011Walaupun pertemuan Qin Zi Ban ini hanya berlangsung sebulan sekali, namun pagi hari itu para xiao pu sa terlihat penuh semangat dan antusias ketika menyaksikan penampilan shou yu lagu "Gan Xie" yang dibawakan oleh Lan Hua Shiqu berserta timnya sebagai pembuka sesi awal pembelajaran.
Saling Mengenal Seni dan Budaya
26 Agustus 2011 Setelah itu, 27 anak-anak diajak untuk mengenal budaya humanis Tzu Chi, yaitu menyajikan teh, merangkai bunga, dan isyarat tangan. Mereka juga ikut mempraktikkan bagaimana cara dan tata krama dalam menyajikan teh.
Cinta yang Selalu Tumbuh di Hati
26 Agustus 2011 Seorang nenek dengan menggenggam selembar kupon beras di tangannya duduk termenung sendiri di sebuah bangku yang telah disediakan relawan. Dari wajahnya tersimpan banyak cerita sedih dan tampak tetesan air mata berlinang di pipinya yang sudah keriput.







Sitemap