Sabtu, 23 Maret 2019
Indonesia | English

Berkawan dengan Sinabung


Berkawan dengan Sinabung
25 September 2015
Keselamatan dan kebutuhan hidup, dua hal inilah yang dipertaruhkan warga yang tinggal di kaki Gunung Sinabung. Lebih dari 4 tahun mereka dibayangi kekhawatiran dan kecemasan. Khawatir akan gunung yang akan kembali meletus, dan kecemasan akan masa depan anak-anak mereka. Hidup adalah pilihan, dan warga pun memilih untuk berkawan dengan bencana.

[Baca Lebih Lanjut]


Meniti Asa Melalui Sentuhan Jemari


Meniti Asa Melalui Sentuhan Jemari
01 September 2015
Bagi kaum tunanetra, adanya relawan ketik membuat mereka bisa sedikit bernapas dalam ruang yang disebut masyarakat, yang dinilai sebagai pembentuk stigma oleh Aria.

[Baca Lebih Lanjut]


Kesempatan Kedua Menata Kehidupan


Kesempatan Kedua Menata Kehidupan
20 Agustus 2015
Dengan kemampuan yang ia punya, motornya ia modifikasi menjadi becak dengan menambahkan tempat duduk penumpang di sisi kiri motor. Dengan begitu ia tidak perlu menggunakan kakinya untuk menahan beban motor saat membawa penumpang.

[Baca Lebih Lanjut]


Gubuk Alang-alang Nenek Ana


Gubuk Alang-alang Nenek Ana
26 Juni 2015
Nenek dari relawan Tzu Chi, Ana, yang buta untuk sementara waktu tinggal di gubuk yang terbuat dari alang-alang yang digunakan sebagai dapur. Bagian atap pondok yang terbuat dari alang-alang sudah bobrok sehingga bocor ketika hujan. Si nenek pasrah menjalani hidupnya dan tidak pernah mengeluh.

[Baca Lebih Lanjut]


Kekuatan dalam Kesederhanaan


Kekuatan dalam Kesederhanaan
24 Juni 2015
Banyak orang menganggap bahwa retaknya sebuah rumah tangga merupakan suatu pertanda ‘retaknya” harapan dan masa depan anak-anak di lingkungan keluarga tersebut. Tetapi ‘nasib’ tidaklah selalu sama. Seperti yang terjadi dalam kehidupan, masalah sama, solusi sama, tetapi hasilnya bisa berbeda.

[Baca Lebih Lanjut]


Bakau-bakau Azhar


Bakau-bakau Azhar
21 Mei 2015
seorang petani tambak di Lam Ujong, pinggiran Kota Banda Aceh berjuang menghijaukan kembali 35 hektar kawasan pesisir Aceh setelah tsunami dengan 300 ribu batang pohon yang disemaikannya. Pendidikan terakhirnya hanya sekolah dasar, tetapi pengetahuannya tentang bakau sangat luas.  Azhar, demikian ia biasa disapa.

[Baca Lebih Lanjut]


Desa "Bahagia" di Atas Gunung Mashan


Desa "Bahagia" di Atas Gunung Mashan
23 April 2015
Di rumah baru mereka di Perumahan Tzu Chi, warga tidak perlu khawatir akan kebocoran saat hujan tiba. Beberapa dari warga juga bahkan telah memiliki usaha (dagang) yang sukses.

[Baca Lebih Lanjut]


Maju Bersama dengan Teknologi Informasi


Maju Bersama dengan Teknologi Informasi
24 Maret 2015
“Jakarta sebagai kota besar, yang maju itu hanya sekian persen saja. Wanita yang kerja kantoran hanya sedikit.Selebihnya banyak wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, yang setiap harinya berurusan dengan dapur,anak, dan suami. Itu adalah target saya,” tegas Nurlina

[Baca Lebih Lanjut]


Jika Hati yang Berbicara


Jika Hati yang Berbicara
13 Januari 2015
Sebuah kios kecil yang dahulu dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah sebesar 750.000 per bulan bagi Mimy, kini telah beralih fungsi. Sebuah posko mini daur ulang sampah yang berada di depaKantin Abi miliknya, menjadi satu bentuk keseriusan Mimy dalam bersumbangsih bagi sesama.

[Baca Lebih Lanjut]


Lingkungan Hijau, Petani Makmur


Lingkungan Hijau, Petani Makmur
07 Januari 2015
Indonesia sesungguhnya merupakan salah satu negara agraris terbesar di Asia Tenggara. Dengan lahan yang luas dan iklim yang mendukung sangat mungkin bagi Indonesia untuk bisa menjadi negara yang maju dalam bidang pertanian.

[Baca Lebih Lanjut]


Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat