Berita

Menjalin Jodoh Baik Melalui Butiran Beras

12 Juli 2024
Perjalanan darat selama 2,5 jam tidak menyurutkan semangat para relawan di Xie Li Kutai Barat untuk menebar kebaikan kepada masyarakat Kampung Sendawar. Para relawan hendak membagikan 650 kg beras.

Lebih Dekat dengan Tzu Chi

Lebih Dekat dengan Tzu Chi

02 Juni 2009 Dalam kegiatan ini, selain Stan Penjualan Produk Jing-Si Books & Café, juga diadakan pameran poster kegiatan Tzu Chi dan Stan DAAI TV. Dari Stan DAAI TV ini, diharapkan masyarakat dapat mengenal lebih dekat DAAI TV, dan pengunjung yang ingin bersumbangsih sebagai pendukung siaran TV yang benar, bajik dan indah ini, dapat mendaftarkan diri menjadi “Sahabat DAAI TV”.
Darah untuk Mereka yang Membutuhkannya

Darah untuk Mereka yang Membutuhkannya

02 Juni 2009

Kegiatan donor darah ini berlangsung lancar dan tertib berkat perencanaan dan persiapan yang baik serta semangat dari para relawan. Pelayanan dan keramahan relawan Tzu Chi menuai rasa simpati dari para donor. Walau pekerjaan itu terasa capek dan melelahkan, tetapi relawan tetap senang dan semangat melakukan tugasnya bahkan ada sebagian dari relawan tersebut ikut ambil bagian dalam menyumbangkan darahnya untuk membantu orang yang memerlukan.

 
Memulai Pagi dengan Lestari

Memulai Pagi dengan Lestari

02 Juni 2009 Sinar matahari belum merata menyapu permukaan jalan. Pohon-pohon besar yang tumbuh rindang di sepanjang jalan Perumahan Gading Serpong, Tangerang, Banten membuat cahaya matahari sulit untuk dapat menerobos masuk. Udara sejuk dan segar menambah semangat para pesepeda berkonvoi memacu sepedanya.
Bangga Jika Pasien Nyaman

Bangga Jika Pasien Nyaman

02 Juni 2009 Menurut suster Bernard, Kepala Perawat RSKB Cinta Kasih, mana mungkin Shijie (panggilan relawan wanita Tzu Chi –red) ini mau mengelap meja, menggantikan sprei pasien, ataupun memandikan pasien. Tetapi, karena relawannya sangat aktif meminta pekerjaan ke para perawat tanpa rasa sungkan dan selalu tersenyum, akhirnya para perawat tidak sungkan lagi memberikan tugas kepada relawan pemerhati yang bertugas.
Hari Terakhir di Bulan Vegetarian

Hari Terakhir di Bulan Vegetarian

01 Juni 2009 Sejak pukul 7 pagi, relawan Tzu Chi dari wilayah He Qi Utara telah berkumpul di rumah Johny, salah seorang warga yang bersimpati terhadap Tzu Chi di Jl. Seni Budaya 5, Jelambar, Jakarta Barat. Dengan penuh antusias para relawan yang sebagian besarnya adalah ibu-ibu rumah tangga memberikan waktu dan tenaganya untuk memasak masakan vegetarian.
“Mengetahui, Menyayangi, dan Menciptakan Berkah”

“Mengetahui, Menyayangi, dan Menciptakan Berkah”

01 Juni 2009 Dikisahkan, ada seorang raja yang sangat gemar berburu. Suatu hari raja dan rombongannya berburu di sebuah hutan. Saat ia melepaskan busur dari panah hendak memanah seekor rusa, jari kelingkingnya putus terkena busur panah. Raja pun marah dan menghukum penjara penasihat istananya. Di lain waktu, raja dan rombongannya pun kembali berburu ke hutan.
Ban Bekas Karet Penyanggaku

Ban Bekas Karet Penyanggaku

30 Mei 2009 Post operasi pasien hernia yang dilakukan pada 27 Mei 2009, tidak hanya diisi dengan kegiatan pemeriksaan saja, melainkan acara ramah tamah yang penuh kekeluargaan antara para pasien dengan seluruh relawan dan tim medis Tzu Chi.
Berdoa dan Berikrar di Bulan Vegetarian

Berdoa dan Berikrar di Bulan Vegetarian

27 Mei 2009 Di salah satu ruang kelas, di depannya terpampang dua buah kata, ”berdoa dan berikrar”. Sebuah anjuran bagi setiap orang untuk ikut serta bervegetarian di bulan Mei ini. Di bawah tulisan itu, sebuah meja kecil lengkap dengan kertas ikrar dan alat tulis telah menanti sentuhan tangan mereka yang hendak berikrar.
“Mama yang Terbaik”

“Mama yang Terbaik”

26 Mei 2009 Ini bukanlah sebuah kegiatan yang luar biasa, tapi karena kesibukan kita terkadang melupakannya. Perayaan Hari Ibu Sedunia yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, wilayah He Qi Utara pada hari Minggu, 24 Mei 2009, mencoba mengingatkan kembali kepada kita untuk berterimakasih kepada jasa para Ibu, melalui sebuah perbuatan kecil yang sarat makna.
Barisan Panjang Penjaga Bumi

Barisan Panjang Penjaga Bumi

26 Mei 2009 Ketika panitia acara ”Gading Carnival 2009” sedang sibuk mempersiapkan acara karnaval, relawan Tzu Chi pun tidak ketinggalan ikut sibuk, meski Tzu Chi tidak ikut mengisi acara. Karnaval tersebut diadakan sebagai penutupan Jakarta Food and Fashion Festival 2009 yang berlangsung tanggal 13 - 23 Mei 2009 di Mal Kelapa Gading.
Melihat Derita untuk Berucap Syukur

Melihat Derita untuk Berucap Syukur

22 Mei 2009 Di pinggir Jalan Baru, Tegal Alur, Jakarta Barat, di antara toko-toko kelontong terdapat sebuah gang kecil yang tak berpapan nama di depannya. Jalan dalam gang ini berkelok-kelok ditebingi oleh tembok-tembok rumah pada kiri-kanannya.
Lebih Fokus di Kegiatan Tzu Chi

Lebih Fokus di Kegiatan Tzu Chi

21 Mei 2009 Jika sebelumnya sudah beberapa kali diadakan gathering relawan Abu putih dan biru putih di tempat yang sama, ternyata di kesempatan ini memiliki konsep dan tujuan yang berbeda, yakni memperkenalkan dan memperjelas tentang struktur He Qi Selatan kepada para relawan.
Banyak Jalan Menuju Roma

Banyak Jalan Menuju Roma

20 Mei 2009 Pepatah yang begitu terkenal tersebut menyiratkan makna bahwa ada banyak pilihan cara yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan kita. Tentunya tujuan yang didiskusikan dalam bedah buku pada Kamis, 14 Mei 2009 lalu di Jing-Si Pluit, Jakarta Utara bukanlah untuk tiba di Roma (Italia), melainkan pencerahan.
Relawan Tiga Generasi

Relawan Tiga Generasi

19 Mei 2009 Menurut Sui Lian, selama ia menjalani aktivitas daur ulang dan menyempatkan diri untuk menjelaskan tujuan dari usaha daur ulang kepada orang-orang di sekitar tempat tinggalnya, ini ternyata membuat ibu Cici yang tinggal dekat tempat bimbingan belajar turut bersimpati dan mau membantunya. “Biasanya kalau saya telat ngambil suka diambilin sama dia, karena sampahnya di samping (rumah) dia,” terang Sui Lian.
Esensi Baksos Tzu Chi

Esensi Baksos Tzu Chi

17 Mei 2009 Butiran air mata itu akhirnya menitik perlahan dari sudut-sudut mata Marjoni. Di hadapan orangtua, istri, dan adik-adiknya, tak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya saat akan memasuki ruang operasi. Hanya wajahnya yang tegas keras—khas orang Sumatera—terlihat sendu dibaluti buliran air mata.
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -