Berita

Kamp 4 in 1 2026: Belajar, Bertumbuh, dan Bersumbangsih

27 September 2026
Kamp 4 in 1 menjadi ruang bagi para relawan untuk mendalami Dharma. Dari pengalaman Yuliana, Putri, Suwarni, dan Dewi, tersimpan kisah tentang panggilan hati, keraguan, serta semangat untuk terus bersumbangsih bagi sesama.

Pondasi Masa Depan Telah Dibangun

Pondasi Masa Depan Telah Dibangun

21 Oktober 2009
Awal mula Tzu Chi menabur benih cinta kasihnya di STABN Sriwijaya dari pertemuan para guru agama Buddha se-Jakarta pada akhir tahun 2007 lalu. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk memperkenalkan misi budaya humanis Tzu Chi di sekolah mereka.
Kue Bulan Cinta Kasih

Kue Bulan Cinta Kasih

21 Oktober 2009
Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab. Setiap pekerjaan ada orang yang mengerjakan. Tidak semua relawan membuat kue bulan, ada sebagian yang melipat kotak bungkus kue bulan.
Setetes Darah Seribu Kasih

Setetes Darah Seribu Kasih

20 Oktober 2009
Meski telah sering dilakukan, kegiatan donor darah kali cukup berbeda dari biasanya, yakni dengan adanya pengenalan budaya humanis Tzu Chi dan sosialisasi tentang daur ulang yang dilakukan relawan Tzu Chi Bali.
Kesempurnaan Sebuah Baksos

Kesempurnaan Sebuah Baksos

19 Oktober 2009
Sabtu, 17 Oktober 2009 adalah hari yang penting bagi Aceng Santari dan Muhamad Subekti. Setelah lama menanti kesembuhan, akhirnya pada hari itu mereka bisa mendapatkan pengobatan secara gratis melalui bakti sosial yang diadakan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia bekerja sama dengan Korem 064 Maulana Yusuf, Banten.
Nenek Ami yang Baik Hati

Nenek Ami yang Baik Hati

19 Oktober 2009
Saat ditanya untuk apa ia memasukkan uang ke dalam kotak dana dua kali, ia berkata, “Tadi kasih 5 rebu, kedua 4 rebu, supaya yang di sana (korban gempa –red) berkah selamet.”
Dalam Ikatan Jodoh (Bagian I)

Dalam Ikatan Jodoh (Bagian I)

16 Oktober 2009 Tiga tahun yang lalu adalah masa-masa yang sulit bagi si kembar Mika Sriana dan Maria Rusdiana. Setelah lulus dari sekolah menengah pertama, Maria tidak mampu lagi melanjutkan sekolah lantaran tak ada biaya.
Dalam Ikatan Jodoh (Bagian II)

Dalam Ikatan Jodoh (Bagian II)

16 Oktober 2009 “Dua-duanya sakit apa, Lin?” tanya Watiyem penasaran. “Dua-duanya sakit kanker payudara,” balas Linda. “Ya Allah..! Lah ini bagaimana, Lin?” teriak Watiyem terkejut.
He Qi Utara Peduli Gempa Sumatera Barat

He Qi Utara Peduli Gempa Sumatera Barat

16 Oktober 2009
Indonesia kembali berkabung. Saudara-saudara kita di tanah Minang, daerah Padang dan sekitarnya terkena gempa dahsyat yang mengakibatkan tidak hanya korban jiwa dan korban luka-luka yang parah, tetapi juga harapan hidup yang hancur, hati yang terluka pedih karena rasa kehilangan yang dalam.
Galang Hati untuk Sumatera-Kelas Budi Pekerti

Galang Hati untuk Sumatera-Kelas Budi Pekerti

15 Oktober 2009
Para guru pembimbing Kelas Budi Pekerti Tzu Chi punya misi khusus hari ini. Mereka akan mengajak anak-anak ini untuk menanam kembali berkah bagi diri anak-anak itu. 
Pariaman, Sumbar:

Pariaman, Sumbar: "Tak Peduli Capek dan Rumah Masih Berantakan"

14 Oktober 2009 Hari itu Betty ikut dalam pembagian sembako di Ulak Kareng Selatan, Padang Utara. Ada 292 paket bantuan yang dibagikan. Masing-masing paket terdiri dari beras, 6 botol air minum, dan 2 bungkus biskuit.
Sentuhan Pertama untuk Malalak Barat

Sentuhan Pertama untuk Malalak Barat

14 Oktober 2009
Akhirnya tim medis yang bertugas di desa Hulu Banda ini memutuskan untuk menginap dan besok paginya segera dilanjutkan kembali pengobatannya. Sisa pasien yang masih menunggu antrian dipersilahkan pulang dulu, keesokan harinya dilanjutkan kembali.
Menjangkau Hati di Daerah Terpencil

Menjangkau Hati di Daerah Terpencil

14 Oktober 2009
Daerah Malalak Barat sangat sulit dijangkau. Tak heran jika warga desa di wilayah ini sepi dari bantuan pemerintah maupun relawan. Dengan banyaknya jalan yang terputus, akses menuju desa ini lebih banyak mengandalkan jalan kaki maupun sepeda motor.
Berempati Terhadap Pasien

Berempati Terhadap Pasien

14 Oktober 2009
Agus Rijanto relawan Tzu Chi, menerangkan bahwa budaya kemanusiaan pada dasarnya memiliki prinsip saling bersyukur, saling menghargai, dan saling mengasihi.
Padang: Bangga dan Haru Tim Medis

Padang: Bangga dan Haru Tim Medis

13 Oktober 2009
Salah satu ujung tombak dalam penanggulangan bencana adalah tim medis yang tanggap untuk mengobati para korban yang terluka. Bagi tim medis, pengalaman ini memberi kesan yang tak ternilai dan kenangan yang akan selalu membekas.
“Celengan Bambuku Sudah Penuh”

“Celengan Bambuku Sudah Penuh”

13 Oktober 2009
“Di televisi, lihat rumah goyang-goyang (gempa –red). Ini buat bantu orang-orang bangun rumah lagi,” tutur Marchieto Arfayo (4) saat ditanya mengapa membawa celengan bambu miliknya, Senin 12 Oktober 2009.
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -