Ceramah Master

Ceramah Master Cheng Yen: Meneruskan Jiwa Kebijaksanaan dan Pelita Hati hingga Selamanya

25 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 21 Maret 2024: Meski saya sering memuji dan bersukacita atas apa yang telah dilakukan para relawan di Pingtung, sekali lagi ingin saya tekankan bahwa saya benar-benar bersukacita dan berterima kasih. Namun, saya merasa penggalangan relawan kita masih agak lemah dan harus diperkuat karena kalian telah hidup di sana dari generasi ke generasi dan telah berakar.

Ceramah Master Cheng Yen: Mewujudkan Kebajikan dan Keindahan yang Tulus serta Meneruskan Cinta Kasih

25 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 20 Maret 2024: Lihatlah bagaimana insan Tzu Chi menampilkan pementasan adaptasi Sutra berskala besar dengan membentuk formasi yang begitu indah. Itu sungguh tidaklah mudah. Formasi yang begitu indah dapat terbentuk berkat pemberian tanda di lantai sehingga orang-orang dapat bergerak dengan kompak dan rapi.

Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Dharma dan Membawa Manfaat bagi Semua Makhluk dengan Kebajikan

21 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 19 Maret 2024: Saya sudah melihat jahitan-jahitan yang sangat indah. Ketika memegang sepatu ini, saya teringat masa-masa ketika Tzu Chi dimulai. Kehidupan Griya Jing Si mulanya bergantung pada kerajinan sepatu ini. Ketika melihat ini, saya merasa sangat dekat. Kalian sungguh terampil. Masa tua kalian dimanfaatkan dengan sangat baik. Tidak peduli yang muda atau yang paruh baya, semuanya dapat bergabung bersama para lansia ini.

Ceramah Master Cheng Yen: Guru dan Murid Bersatu Hati Merajut Jalinan Jodoh Berkah

21 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 18 Maret 2024: Saya sangat berterima kasih dan merasa tersentuh dengan jalinan jodoh antara saya dan relawan di Tainan. Langkah demi langkah, kehidupan demi kehidupan, hendaknya kita menapaki Jalan Bodhisatwa, membangun ikrar Bodhisatwa Ksitigarbha, dan menegakkan praktik Bodhisatwa Avalokitesvara.

Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Ajaran Benar dengan Keyakinan, Ikrar, dan Praktik

20 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 17 Maret 2024: Saya telah mendengar laporan peletakan batu pertama di desa itu. Enam bulan kemudian, Rumah Cinta Kasih akan selesai dibangun. Dengan menghimpun sedikit demi sedikit kekuatan, kita dapat melihat arah yang besar di masa depan.

Ceramah Master Cheng Yen: Pohon Besar Bermula dari Sebutir Benih yang Kecil

20 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 16 Maret 2024: Jalinan jodoh ini sungguh tak terbayangkan. Anak kecil pun tahu caranya menciptakan berkah. Jadi, hendaknya kita menginspirasi lebih banyak orang untuk menapaki Jalan Bodhisatwa. Terima kasih. 

Ceramah Master Cheng Yen: Membangun Tekad untuk Melenyapkan Belenggu

19 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 15 Maret 2024: Di sudut bawah jam meja saya, ada seekor semut mainan yang ditempelkan. Dengan menaruh semut kecil itu di sana, saya selalu menganggap bahwa semut itu tengah berpacu dengan waktu. Semut itu sama seperti saya yang terus berpacu dengan waktu setiap hari.

Ceramah Master Cheng Yen: Tekun dan Bersemangat dalam Berbuat Kebajikan dan Mengembangkan Jiwa Kebijaksanaan

18 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 14 Maret 2024: Bodhisatwa sekalian, saya sangat gembira melihat kalian semua kembali ke sini. Kita semua sangat tekun dan bersemangat serta tidak pernah berpikir untuk melupakan masa lalu. Saya sendiri tidak akan pernah melupakannya, baik di kehidupan sekarang maupun kehidupan berikutnya.

Ceramah Master Cheng Yen: Mempraktikkan Kebajikan dengan Teguh dan Tanpa Pamrih

15 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 13 Maret 2024: Selama puluhan tahun ini, kalian selalu mengasihi saya dan mengikuti langkah saya tanpa menyimpang. Saya mendoakan kalian semua dan berterima kasih kepada kalian. Hendaknya kalian menjaga kesehatan dengan baik.

Ceramah Master Cheng Yen: Mempertahankan Ikrar dan Membantu Kampung Halaman Buddha

15 Maret 2024
Ceramah Master Cheng Yen tanggal 12 Maret 2024: Saya selalu berpikir bahwa seumur hidup ini, saya tidak akan bisa pergi ke kampung halaman Buddha. Namun, saya beruntung karena ada sekelompok Bodhisatwa yang membangun tekad dan ikrar untuk menjalankan yang sulit dijalankan. Mereka berhimpun bersama dan pergi ke kampung halaman Buddha. Dengan melepaskan status diri, mereka bekerja dengan keras dan mengatasi segala kesulitan yang ada di sana.
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -