Tentang Kami

"Tzu" berarti "cinta kasih" dan "Chi" berarti "memberi bantuan". Secara harafiah Tzu Chi berarti memberi dengan cinta kasih.

Tzu Chi merupakan lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Master Cheng Yen pada tahun 1966 dan berpusat di Hualien, Taiwan. Tzu Chi hingga kini telah tersebar ke 48 negara di dunia dan telah memberikan bantuan ke lebih dari 120 negara tanpa memandang suku, ras, dan agama karena kami berprinsip pada cinta kasih universal.






Di Indonesia, Tzu Chi dimulai sejak tahun 1993 dan telah tersebar ke 13 provinsi. Melintasi berbagai pulau di Indonesia, kami bersama bergerak dalam 4 misi Utama dan 8 Jejak Dharma:


  • Misi Amal: Cinta Kasih Universal Bagi Sesama
    Semangat memberi terletak pada kemurahan hati. Tidak menuntut untuk mendapatkan balasan, tetapi demi memperoleh kebahagiaan batin. Kebahagiaan batin bisa diperoleh dengan cara menolong orang yang membutuhkan bantuan. Kemurahan hati telah memurnikan hati kita, membuat kita merasa damai dan nyaman, serta menjadikan batin kita kaya.
  • Misi Kesehatan: Cahaya di Tengah Kegelapan

    Anggota Tzu Chi International Medical Association (TIMA) di seluruh dunia memiliki tekad yang sama. bersumbangsih di tengah masyarakat. Mereka menghimpun cinta kasih dan menggenggam waktu demi melindungi dan mengasihi kehidupan. Setiap orang hendaknya dapat menyadari berkah serta bekerja sama untuk memperkuat dan memperluas kekuatan cinta kasih dengan menginspirasi sesama. 
  • Misi Pendidikan: Mewariskan Nilai-nilai Kebenaran

    Misi Pendidikan Tzu Chi memiliki misi untuk membina insan-insan berbakat dari generasi ke generasi. Membangun institusi pendidikan bagaikan menanam pohon. Setelah ditanam dan dirawat maka pohon-pohon itu akan tumbuh dan besar. Ketika besar maka pohon-pohon ini akan menghasilkan oksigen, menyejukkan, dan menjadi pelindung bagi kita semua.
  • Misi Budaya Humanis: Semangat Budaya Humanis

    Dalam Setiap Misi Misi Budaya Humanis tercakup di dalam semua Misi Tzu Chi. Misi Amal memerlukan penerapan budaya humanis. Begitu pula dengan Misi Kesehatan dan Misi Pendidikan, memerlukan semangat budaya humanis dalam pelaksanaannya.
  • Pelestarian Lingkungan: Wujud Cinta Kasih

    Bumi merupakan tempat tinggal kita bersama. Jika bumi tidak sehat, akan timbul banyak bencana yang menyengsarakan manusia serta makhluk hidup lainnya. Tzu Chi senantiasa mendorong para relawan menjadi teladan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Melestarikan bumi adalah tanggung jawab kita bersama.
  • “Langsung, Prioritas, Menghargai”
    Dalam pemberian bantuan bencana, Tzu Chi memegang prinsip “langsung, prioritas, sesuai kebutuhan, menghargai dan cepat”. Prinsip “Langsung” mengkondisikan relawan berinteraksi langsung dengan penerima bantuan. “Prioritas” menjadi pegangan saat harus menentukan yang dibantu. Sedangkan “Menghargai” menunjukkan relawan Tzu Chi memandang penerima bantuan dengan penuh rasa hormat sebagai sesama manusia.

Berbagi
Itu Membahagiakan

Anda juga dapat bergabung bersama kami dengan menjadi relawan atau melalui donasi bagi yang membutuhkan. Mari bergabung dan temukan kebahagiaan saat kita berbagi


Menjadi Relawan
Donasi

Berita dan Kisah Inspiratif tentang Misi dan Relawan Tzu Chi



Sosialisasi Makanan Sehat Vegetarian

Sosialisasi Makanan Sehat Vegetarian

03 Desember 2021

Relawan Tzu Chi Cabang Sinar Mas Xie Li Indragiri melakukan sosialisasi makanan sehat vegetarian di Aula Pesantren Anwarul Falah, Desa Pebenaan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Saatnya Bergabung Dalam Barisan Relawan Tzu Chi

Saatnya Bergabung Dalam Barisan Relawan Tzu Chi

02 Desember 2021

Minggu, 28 November 2021, Tzu Chi Tanjung Balai Karimun mengadakan kegiatan pelatihan relawan baru. Ada 30 orang peserta yang mengikuti pelatihan relawan Tzu Chi.

Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh: “Inilah Aku yang Baru”

Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh: “Inilah Aku yang Baru”

02 Desember 2021

Program Tantangan 21 Hari Diet Nabati Utuh yang diadakan Tzu Chi Indonesia sejak 6-26 November 2021 memberikan hasil signifikan pada kondisi kesehatan 114 pesertanya.




Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -