Kumpulan Kisah Humanis
Dari Balik Jendela, Harapan Menyapa
03 Juli 2026Banjir besar di Tapanuli Selatan pada November 2025 membawa duka bagi banyak warga. Hunian tetap dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia menjadi harapan baru bagi keluarga Suyatmin untuk kembali memulai kehidupan lebih aman.
Dua Saudari yang Saling Menguatkan di Saat Kehilangan
01 Juli 2026“Kita tidak bisa terus berlarut, ya sudah ini tidak apa-apa, ini buat jadi pelajaran hidup masing-masing. Hargai orang tua selagi ada, hargai setiap momennya. Karena kita tidak tahu ajal itu kapan datangnya,” Suci Alfia.
Bergerak Bersama Menyembuhkan Luka
29 Juni 2026Upaya pemulihan pascabencana di Sumatera terus berlanjut. Selain bantuan darurat dan layanan kesehatan, Tzu Chi juga menyiapkan program jangka panjang berupa pembangunan 2.500 rumah bagi penyintas banjir.
Mengajar dalam Keheningan
04 Juni 2026Ketika ketidakkekalan datang, tekad Alex Salim akhirnya terwujud melalui jalan Silent Mentor. Dari kisah ini, Alex mengajarkan bagaimana cinta kasih, pengabdian, dan manfaat bagi sesama dapat terus hidup bahkan setelah napas terakhir berhenti.
Menjadi Guru Hingga Akhir Hayat
04 Juni 2026Bagi Alex Salim, setiap hari adalah kesempatan untuk berbuat baik dan memberi manfaat bagi sesama. Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang di Hualien, sebuah tekad yang telah lama tumbuh di hatinya semakin menguat, yakni menjadi seorang Silent Mentor.
Program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Cirebon: Rumah Baru, Semangat Baru Bagi Nelayan Pesisir Cirebon
19 Mei 2026“Rumah-rumah itu lahir dari kepedulian dan semangat gotong royong para donatur dan relawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia”
Kembali Melihat Dunia, Sekaligus Cinta Kasih di Dalamnya
07 Mei 2026Senyum Ibu Tumi mengembang lebar sore itu. Matanya berbinar dan langkahnya terasa lebih ringan. Setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan penglihatan, keberhasilan operasi ini menjadi kebahagiaan besar baginya.
Hunian Tetap Menjawab Harapan
29 April 2026Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih terus berjalan. Selain bantuan darurat dan layanan kesehatan, Tzu Chi juga akan membangun ribuan rumah bagi para penyintas agar mereka dapat kembali hidup dengan aman dan layak.
Menjaga Kesehatan Masyarakat Pascabencana
28 April 2026Setelah bantuan darurat tersalurkan, relawan melanjutkan pemulihan kesehatan warga terdampak banjir. Melalui baksos kesehatan, tim medis dan relawan membantu masyarakat yang menghadapi masalah kesehatan akibat banjir.
Bertumbuh Lewat Berbagi
23 April 2026Meski rumah dan usaha mereka terdampak banjir besar di Aceh dan Sumatera Utara pada akhir 2025, Juniarty dan Teo Siau Peing tidak menyerah. Di tengah kondisi yang belum pulih, kedua relawan Tzu Chi ini tetap bangkit dan memilih membantu sesama.
Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Aksi Tanggap Darurat Tak Kenal Kata Terbatas
22 April 2026Lumpur masih menempel di dinding rumah, jalan-jalan terputus, dan air bersih menjadi barang langka. Namun di tengah keterisolasian dan kelelahan itu, ada kepedulian yang terus mengalir.
Abidzar dengan Rahang Barunya
24 Februari 2026Sejak lahir, Abidzar mengalami kelainan rahang yang membuatnya sulit makan dan berbicara. Bersama orang tuanya, Erni dan Nazaruddin, ia datang dari Medan ke Jakarta untuk menjalani pengobatan, agar bisa hidup lebih nyaman dan tumbuh percaya diri seperti anak-anak lain.
Dalam Derai Hujan, Mereka Mendapatkan Rumah yang Menguatkan
28 Januari 2026Dulu, keluarga Rusdi dan Kilah selalu khawatir saat hujan karena rumahnya bocor. Kini, mereka dapat merasa tenang karena rumah mereka sudah diperbaiki dan memiliki atap baru kokoh.
Lima Ribu Rumah Bawa Perubahan untuk Lima Ribu Keluarga
13 Januari 2026Di Indonesia ada peribahasa: berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Peribahasa ini menemukan maknanya dalam program renovasi rumah Tzu Chi bersama Kementerian PKP yang dijalankan bersama pemerintah Indonesia secara nyata ini.
Bantuan Bencana Banjir di Sumatera: Distribusi Bantuan Di Tengah Kesulitan
12 Januari 2026Siklon Tropis Senyar melanda Sumatera dengan banjir dan longsor. Di tengah kepanikan dan duka, warga saling menolong, relawan bergerak cepat, dan solidaritas tumbuh saat bencana.







Sitemap