Selasa, 02 September 2014

Hidup dengan Penuh Syukur dan Semangat


Hidup dengan Penuh Syukur dan Semangat
05 Agustus 2014
Meski dengan penglihatan yang terbatas, Sofyan pemuda berusia 22 tahun itu tetap sanggup menyusuri jalan raya dan menumpangi beberapa angkutan umum menuju Yayasan Mitra Netra di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

[Baca Lebih Lanjut]


Harapan di Taman Pelangi


Harapan di Taman Pelangi
15 Juli 2014
Pendidikan adalah hal utama bagi anak-anak. Ini menjadi salah satu fokus perhatian para penggiat kemanusiaan. Mereka menilai bahwa ada satu hal yang tak kalah pentingnya dari sekadar kecerdasan intelegensi , yaitu kecerdasan emosi.

[Baca Lebih Lanjut]


Jembatan Menuju Harapan


Jembatan Menuju Harapan
11 Juni 2014
Anak-anak berangkat ke sekolah dengan menggunakan rakit bambu seadanya. Mempertaruhkan nyawa melawan arus sungai untuk dapat tiba di sekolah yang ada di desa seberang.

[Baca Lebih Lanjut]


Tak Akan Mengecewakan Orang tua


Tak Akan Mengecewakan Orang tua
14 April 2011
Tri Aji Santoso tak pernah menyangka jika dirinya akan mengenyam pendidikan di Sekolah Atlet Ragunan meskipun ia sendiri sangat menyukai olehraga.

[Baca Lebih Lanjut]


Mari Menabung Sampah


Mari Menabung Sampah
07 Februari 2011
“Meskipun Bank Sampah Sekolah Alam baru resmi beroperasi pada 22 April 2009, namun sejak tahun 2002 (saat sekolah ini dibuka -red), pihak sekolah sudah mulai mengimbau anak-anak untuk mulai membawa sampah daur ulang ke sekolah untuk bahan pengajaran.

[Baca Lebih Lanjut]


Menemukan Bakat Tiffany (Bagian II)


Menemukan Bakat Tiffany (Bagian II)
09 April 2010
Setelah berhenti sekolah, hari-hari Tiffany pun dijalani dengan giat belajar ke tempat kursus. Mulai dari terapi autis, hingga kursus melukis yang sudah ia jalani jauh-jauh hari sebelum kegiatan sekolah regulernya dihentikan.

[Baca Lebih Lanjut]


Menemukan Bakat Tiffany (Bagian I)


Menemukan Bakat Tiffany (Bagian I)
08 April 2010

Hingga Tiffany berusia 5 tahun dan rasa putus asa mulai timbul di benak Meilissa dan Benny, mereka justru menemukan Klinik Tumbuh Kembang Anak di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta.

[Baca Lebih Lanjut]


"Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu." (Bag.2)


"Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu." (Bag.2)
25 Februari 2010
Meski terkadang suamiku masih suka menggerutu, sesungguhnya ia memahami bakat dan kebutuhan Stella. Ia pun merasa bangga bila Stella memperoleh kemenangan, oleh sebab itu ia tak pernah melarang Stella untuk berlomba.

[Baca Lebih Lanjut]


“Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu.” (Bag. 3)


“Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu.” (Bag. 3)
25 Februari 2010
Stella memang berbeda dengan anak-anak yang lain. Di masa belia ia sudah sibuk mengajar ke sana-sini hingga larut malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Demikian pula dengan kemenangan-kemenangan yang telah diukirnya, itu adalah prestasi untuknya. Aku hanya sebagai pendukung semangatnya. “Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu.”  

[Baca Lebih Lanjut]


"Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu." (Bag. I)


"Menanglah, Nak, Mama Mendukungmu." (Bag. I)
24 Februari 2010
Tak disangka, Stella menyambutnya dengan semangat. Maka dengan coba-coba aku daftarkan Stella sebagai peserta lomba mewarnai kategori TK di King, Jalan Merdeka, Bogor. Hasilnya tidak terlalu mengecewakan, Stella berhasil merebut juara harapan III.

[Baca Lebih Lanjut]


Prev 1 2Next
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat